IHSG Pangkas Penurunan, Tapi Tetap Berakhir di Zona Merah

IHSG Anjlok Lebih dari 2%, Terseret Panasnya Konflik AS-Iran

JakartaIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Meski sempat tertekan cukup dalam, IHSG berhasil memangkas penurunan sebelum bel penutupan.

IHSG turun 86,97 poin atau -1,05% ke level 8.235,26. Padahal sebelumnya indeks sempat ambles hingga sekitar 2%.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 594 saham turun, 157 naik, dan 207 stagnan. Nilai transaksi tercatat cukup ramai, mencapai Rp27,85 triliun, dengan total 54,04 miliar saham diperdagangkan dalam 3,09 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun ikut menyusut jadi Rp14.744 triliun.

Semua Sektor Kompak Melemah

Mengutip data Refinitiv, seluruh sektor berakhir di zona merah.
Sektor industri turun 2,4%, konsumer nonprimer -2,06%, properti -1,88%, dan bahan baku -1,7%.

Beberapa saham yang paling membebani indeks antara lain:

  • Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA): -5,11 poin indeks

  • VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR): -5,08 poin indeks

  • Impack Pratama Industri Tbk (IMPC): -5,02 poin indeks

Asing Masih Net Buy

Meski indeks melemah, investor asing tercatat masih melakukan net buy Rp256,4 miliar di sesi pertama.

Saham dengan pembelian bersih terbesar oleh asing adalah:

  • Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL): Rp690,1 miliar

  • Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp82,6 miliar

  • Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp66,3 miliar

Dibayangi Isu Geopolitik

Pergerakan IHSG hari ini juga tak lepas dari sentimen global. Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan menggelar pertemuan tingkat tinggi di Jenewa untuk membahas kesepakatan nuklir Teheran.

Meski kabar pertemuan ini sempat memberi harapan, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Presiden AS, Donald Trump, bahkan kembali melontarkan ancaman akan melakukan serangan jika kesepakatan tak tercapai, meski ia tetap mengedepankan jalur diplomasi.

Situasi geopolitik seperti ini biasanya membuat pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati, sehingga tekanan di pasar saham pun sulit dihindari.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.