Efek Perang AS–Iran, Purbaya Isyaratkan Harga BBM Subsidi Bisa Naik

Purbaya: Rupiah Tak Hancur, Melemah Saat Perang Hanya 0,3%

JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jika harga minyak dunia terus meroket akibat konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.

Menurut Purbaya, opsi menaikkan harga BBM bisa saja diambil jika lonjakan harga minyak membuat beban subsidi energi di APBN semakin besar. Pemerintah saat ini sedang mengkaji berbagai langkah agar defisit APBN tidak melewati batas aman 3%.

Seperti diketahui, asumsi harga minyak dalam APBN tahun ini dipatok di level US$70 per barel. Jika harga minyak global naik jauh di atas angka tersebut, maka kebutuhan anggaran pemerintah untuk menutup subsidi BBM otomatis ikut meningkat.

Meski begitu, Purbaya mengatakan pemerintah sudah menyiapkan sejumlah skenario jika harga minyak menyentuh sekitar US$92 per barel.

Ia juga menilai kenaikan harga minyak tidak akan langsung membuat ekonomi Indonesia terpukul. Pasalnya, Indonesia pernah menghadapi situasi yang lebih berat ketika harga minyak dunia melonjak hingga US$150 per barel.

“Jadi kami punya pengalaman mengatasi itu. Kalau memang anggarannya tidak kuat, ya tidak ada jalan lain, sebagian harus dibagi dengan masyarakat. Artinya bisa saja ada kenaikan harga BBM kalau harganya benar-benar tinggi,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Namun, Purbaya belum merinci di level harga minyak berapa pemerintah akan benar-benar mengambil keputusan menaikkan harga BBM.

Ia menegaskan pemerintah terus melakukan simulasi dan kajian agar defisit APBN tetap terjaga di bawah 3%. Salah satu langkah yang disiapkan adalah melakukan penyesuaian atau penghematan belanja negara.

Berdasarkan simulasi pemerintah, jika harga minyak rata-rata berada di level US$92 per barel sepanjang tahun, maka defisit APBN berpotensi melebar hingga sekitar 3,6%–3,7%.

“Kalau rata-rata US$92 selama setahun, defisit bisa tembus di atas 3,6%. Jadi kami sudah siapkan langkah supaya itu tidak terjadi, misalnya lewat penghematan di belanja lain,” ujarnya.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.