IHSG Jatuh 3% Saat Kekhawatiran Defisit APBN Meningkat

IHSG Jatuh 3% Saat Kekhawatiran Defisit APBN Meningkat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus menutup perdagangan akhir pekan ini dengan penurunan tajam. Pada Jumat (13/3), IHSG anjlok 3,05% ke level 7.137.

Secara keseluruhan, performa IHSG sepanjang tahun ini juga masih tertekan. Sejak awal tahun (year to date/ytd), indeks sudah turun 17,46%. Dalam sepekan terakhir saja, IHSG melemah 5,91%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi saham hari ini mencapai Rp14,04 triliun dengan volume perdagangan 28,69 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 1,6 juta kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 104 saham yang naik, sementara 629 saham turun dan 86 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG hari ini tercatat sebesar Rp12.704 triliun.

Phintraco Sekuritas menilai penurunan tajam IHSG dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap potensi konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini dikhawatirkan membuat harga minyak mentah bertahan di level tinggi lebih lama dari perkiraan.

Jika harga minyak tetap tinggi, dampaknya bisa merembet ke berbagai sektor, mulai dari kenaikan inflasi hingga potensi pelebaran defisit APBN.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa opsi untuk memperlebar batas defisit APBN di atas 3% masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah masih menghitung dampak kenaikan harga minyak terhadap kondisi fiskal negara.

“Jika pelebaran defisit di atas 3% benar-benar ditempuh, pemerintah akan terlebih dahulu memperhitungkan konsekuensi fiskalnya,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Jumat (13/3).

Sentimen negatif di pasar juga makin kuat setelah Amerika Serikat meluncurkan investigasi perdagangan baru terhadap 60 negara. Investigasi ini bertujuan menilai apakah negara-negara tersebut gagal membatasi impor barang yang diproduksi melalui praktik kerja paksa.

Melalui Pasal 301, pemerintah AS memiliki kewenangan untuk mengenakan tarif terhadap negara yang dianggap melakukan praktik perdagangan tidak adil, tanpa perlu persetujuan tambahan dari Kongres.

Langkah ini menyusul investigasi lain yang dirilis pada Rabu (11/3) yang menyoroti kelebihan kapasitas industri di 16 negara, termasuk China, Australia, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Swiss, dan Thailand.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga untuk sementara mengizinkan pembelian minyak mentah Rusia yang sudah berada di perairan internasional. Kebijakan ini dilakukan untuk membantu menstabilkan harga minyak global.

Saat ini diperkirakan ada sekitar 124 juta barel minyak Rusia yang masih berada di laut dan tersebar di sekitar 30 lokasi di seluruh dunia per 12 Maret 2026. Jumlah tersebut setara dengan pasokan minyak global selama sekitar lima hingga enam hari.

Dari sisi teknikal, Phintraco memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dan menguji level psikologis di 7.000.

Penurunan IHSG hari ini juga terjadi hampir di seluruh sektor. Dari sebelas sektor yang ada di BEI, semuanya berada di zona merah. Sektor dengan penurunan terbesar adalah transportasi dan komoditas yang turun 3,87%.

Beberapa saham di sektor tersebut juga ikut melemah. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 2,06% ke level Rp3.810, sementara PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) jatuh 5,71% ke Rp66.

Bursa saham di kawasan Asia juga kompak melemah. Indeks Straits Times turun 0,27%, Nikkei melemah 1,16%, Shanghai Composite terkoreksi 0,81%, dan Hang Seng juga turun 0,81%.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.