Pagi-Pagi IHSG Udah Merah Turun 1% ke 6.956, Saham DSSA, DATA, & BRPT Kompak Rontok!

Jakarta – Buat kamu yang lagi mantau market pagi ini, Senin (6/4/2026), IHSG dibuka loyo nih. Indeks langsung kepleset turun 1% ke level 6.956,64. Efeknya, beberapa saham raksasa alias big caps kayak DSSA, DATA, sampai BRPT ikutan terseret masuk zona merah.

Berdasarkan pantauan data RTI Business jam 09.01 WIB, begini ringkasan kondisi pasar di awal sesi:

  • Posisi IHSG: Turun 70,14 poin (1%) ke 6.956,64 dan bergerak di rentang 6.956–7.008.

  • Transaksi: Ada 588,47 juta lembar saham yang diperdagangkan, nilainya capai Rp313,33 miliar dari 71.280 kali transaksi.

  • Pergerakan Saham: 163 saham ijo (naik), 316 saham merah (turun), dan 204 saham diem aja (stagnan).

  • Market Cap: Kapitalisasi pasar bursa tembus di angka Rp12.144 triliun.

Siapa yang Rontok dan Siapa yang Cuan Pagi Ini? Buat barisan big caps, beberapa nama emang lagi berdarah parah:

  • DSSA: Anjlok 11,19% (turun 7.875 poin) ke Rp62.500 per lembar.

  • DATA: Ambles 14,91% (turun 325 poin) ke Rp1.855 per lembar.

  • BRPT: Melemah 5,47% (turun 70 poin) ke Rp1.210 per lembar.

Tapi tenang, nggak semuanya lesu kok. Saham perbankan masih cukup tangguh, contohnya BBCA yang naik 0,76% ke Rp6.625 dan BMRI yang menguat 0,86% ke Rp4.690.

Sementara itu, buat deretan top gainers, GUNA sukses melejit 12,15% ke Rp240. Disusul sama CHEM yang terbang 11,68% ke Rp153, dan OILS yang naik 9,49% ke Rp300.

Analisa Pasar: IHSG Bisa Rebound Nggak Nih? Menurut tim analis BRI Danareksa Sekuritas (Reza Diofanda, Chory Agung, dan Abida Massi Armand), peluang IHSG buat rebound ke area 7.150–7.200 di minggu ini sebenarnya masih kebuka. Syaratnya: Indeks harus kuat nangkring di atas level support 6.950.

Tapi tetap harus stay alert! Secara teknikal, IHSG lagi ngebentuk pola descending triangle, yang artinya tekanan jual dari investor masih mendominasi. Kalau indeks sampai jebol alias turun di bawah 6.950, siap-siap aja pelemahannya bakal makin dalam.

Drama Global & Aturan Lokal yang Bikin Pasar Galau

  • Faktor Global: Ketegangan geopolitik di Iran bikin investor panik dan milih risk off (jauhi aset berisiko). Dolar AS juga makin kuat. Kalau konflik nggak mereda, analis ngeri Rupiah bisa nyungsep sampai Rp17.500 dan asing bakal makin kenceng jualan saham.

  • Faktor Lokal: Pasar lagi mantau realisasi 8 kebijakan penghematan dari pemerintah (kayak WFH buat ASN) yang ditargetkan bisa ngirit anggaran sampai ratusan triliun Rupiah.

  • Aturan Baru BEI: Bursa Efek Indonesia baru aja nerapin 4 aturan transparansi baru, salah satunya naikin syarat free float (saham beredar di publik) jadi minimal 15%. Jangka panjang ini bagus banget buat narik asing, tapi jangka pendeknya bikin pasar was-was sama saham yang kepemilikannya terlalu menumpuk. BEI udah ngerilis beberapa saham yang masuk kategori ini, termasuk BREN, DSSA, AGII, dan RLCO.

Rekomendasi Saham Minggu Ini Di tengah kondisi pasar yang lagi konsolidasi gini, BRI Danareksa Sekuritas ngasih beberapa rekomendasi saham buat dipantau:

  • JPFA (Japfa Comfeed) – Target harga: Rp2.500–Rp2.600

  • TAPG (Triputra Agro Persada) – Target harga: Rp1.910–Rp1.985

  • MBMA (Merdeka Battery Materials) – Target harga: Rp755–Rp805

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.