Dolar AS Turun Lagi! Pagi Ini di Level Rp17.140

Dolar AS Turun Lagi! Pagi Ini di Level Rp17.140

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka lebih kuat lawan dolar AS di perdagangan Senin (20/4/2026), meskipun di pasar global dolar lagi nunjukin tenaga.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah pagi ini dibuka di zona hijau, naik sekitar 0,23% ke Rp17.140 per dolar AS. Ini jadi angin segar setelah di akhir pekan lalu rupiah sempat melemah ke Rp17.180/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) juga nggak kalah perkasa. Sekitar pukul 09.00 WIB, indeks ini naik 0,26% ke level 98,356.

Rupiah Naik, Tapi Tekanan Masih Ada

Meski hari ini rupiah menguat, pergerakannya ke depan masih bakal banyak dipengaruhi faktor global. Salah satu yang lagi jadi sorotan adalah situasi geopolitik di Timur Tengah yang makin panas.

Dolar AS sendiri pagi ini tercatat menyentuh level tertinggi dalam seminggu terhadap mata uang utama dunia. Penyebabnya? Ketegangan antara AS dan Iran yang kembali meningkat.

Investor pun jadi lebih hati-hati dan cenderung “lari” ke aset aman alias safe haven, salah satunya dolar AS.

Konflik AS–Iran Bikin Pasar Deg-degan

Akhir pekan kemarin, Amerika Serikat dilaporkan menyita kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade. Nggak tinggal diam, Iran langsung kasih sinyal bakal membalas.

Situasi ini bikin pasar makin was-was, apalagi peluang damai di kawasan tersebut masih belum jelas arahnya.

Bahkan, Iran juga dikabarkan nggak akan ikut dalam putaran kedua perundingan yang sebelumnya diharapkan bisa segera dimulai sebelum masa gencatan senjata dua minggu berakhir.

Kata Analis

Mengutip Reuters, Chief Investment Strategist Saxo, Charu Chanana, bilang kalau eskalasi yang terjadi sepanjang akhir pekan bikin “premi risiko” geopolitik muncul lagi. Padahal sebelumnya pasar mulai berharap ada jalan damai.

Menurutnya, kenaikan harga minyak saat ini bukan cuma soal energi, tapi juga berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi global dan arah suku bunga ke depan.

Intinya: rupiah memang lagi menguat pagi ini, tapi kondisi global—terutama konflik geopolitik—masih jadi faktor besar yang bisa bikin pergerakan mata uang jadi nggak stabil.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.