Bahan Baku Plastik Seret, RI Siap Impor dari Malaysia & Rusia

BFDCnews.com – Pemerintah mulai putar otak buat mengamankan pasokan plastik kemasan pangan yang lagi terancam gara-gara krisis bahan baku global.

Masalah utamanya datang dari konflik di Timur Tengah, khususnya Iran, yang bikin pasokan nafta (bahan dasar plastik dari minyak bumi) jadi terganggu.

Mulai lirik impor

Salah satu langkah yang lagi dijajaki pemerintah adalah impor plastik dari Malaysia. Hal ini diungkapkan oleh Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian.

Menurutnya, peluang impor ini lagi dikaji, apalagi Indonesia juga lagi buka peluang ekspor beras ke Malaysia.

Menariknya, yang diincar bukan cuma plastik kemasan biasa, tapi juga teknologi penyimpanan seperti hermetic bag—kantong khusus yang bisa menyimpan beras sampai 2–3 tahun tanpa bahan kimia.

Nggak mau bergantung satu negara

Meski begitu, rencana ini masih tahap awal. Pemerintah juga nggak mau bergantung ke satu negara saja, jadi opsi dari negara lain tetap dibuka.

Dampaknya ke harga pangan

Dari sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga sudah mulai hitung dampaknya.

Kalau biaya plastik naik 10%, kira-kira:

  • Harga beras bisa naik sekitar Rp300/kg
  • Harga gula naik sekitar Rp100–150/kg

Masih hitungan kasar sih, tapi tetap jadi perhatian.

Pelaku usaha juga cari solusi

Pelaku industri dalam negeri juga nggak tinggal diam. Mereka, bareng Kementerian Perdagangan, lagi aktif cari alternatif pasokan dari berbagai negara, termasuk Rusia.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.