BFDCnews.com, Denpasar — Pemerintah bakal makin serius beresin money changer ilegal di Bali. Soalnya, praktik penukaran uang tanpa izin ini dinilai bisa merusak citra pariwisata.
Gubernur Bali Wayan Koster bilang, ulah money changer nakal yang sering curang saat transaksi bisa bikin nama Bali jelek di mata wisatawan.
“Jangan sampai Bali yang punya budaya kuat malah rusak gara-gara praktik ilegal,” tegasnya.
Bali sendiri punya peran besar buat ekonomi Indonesia, bahkan nyumbang sekitar 55% devisa dari sektor pariwisata. Makanya, menjaga kepercayaan wisatawan jadi hal penting banget.
Meski begitu, pemerintah juga mulai dorong sektor lain seperti ekonomi kreatif dan digital supaya Bali nggak terlalu bergantung sama pariwisata saja.
Di sisi lain, PPATK mengingatkan kalau industri money changer (KUPVA BB) memang penting buat wisatawan asing, tapi juga punya risiko tinggi, terutama soal pencucian uang.
Karena itu, pengawasan bakal diperketat lewat kerja sama berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia, aparat hukum, sampai pelaku industri.
Tujuannya jelas: bikin industri penukaran uang di Bali jadi lebih sehat, aman, dan terpercaya—biar wisatawan tetap nyaman dan nggak kapok datang lagi.
