IHSG Dibuka Hijau, Naik ke Level 7.182

Jakarta, BFDCnews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (8/5/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup melesat cukup kencang.

Saat pembukaan, IHSG naik 8,64 poin atau 0,12% ke level 7.182,96. Sebanyak 207 saham menguat, 103 saham turun, dan 328 saham bergerak stagnan.

Namun, penguatan itu tidak bertahan lama. Baru dua menit perdagangan berjalan, IHSG langsung berbalik masuk zona merah dengan pelemahan hingga 0,34%.

Di awal perdagangan, saham-saham perbankan jadi yang paling ramai diperdagangkan investor.

Nilai transaksi pagi ini tercatat mencapai Rp295,63 miliar dengan volume perdagangan 1,36 juta saham dalam 44.563 kali transaksi. Sementara kapitalisasi pasar Bursa RI naik menjadi Rp12.818 triliun.

Menutup perdagangan pekan ini, pasar masih dibayangi berbagai sentimen global dan domestik. Dari luar negeri, perhatian investor masih tertuju pada perkembangan konflik antara AS dan Iran. Sedangkan dari dalam negeri, pasar menanti rilis data cadangan devisa Indonesia.

Pasar saham Asia-Pasifik sendiri mayoritas dibuka melemah pada Jumat pagi. Sentimen negatif datang dari kembali memanasnya konflik AS-Iran meski sebelumnya sempat ada gencatan senjata.

Kedua negara dilaporkan kembali saling serang di Selat Hormuz dan saling tuding soal siapa yang memulai serangan lebih dulu.

Meski tensi meningkat, Presiden AS Donald Trump mengklaim gencatan senjata masih tetap berjalan. Dalam pernyataannya, Trump bahkan menyebut insiden serangan itu hanya “sentuhan ringan”.

Trump juga mengatakan AS berhasil menghancurkan pihak Iran yang terlibat dalam baku tembak tersebut, termasuk kapal kecil dan drone.

Ia kembali menegaskan Iran bakal menghadapi serangan lebih besar jika tidak segera menyetujui kesepakatan nuklir dengan AS.

Memanasnya situasi membuat harga minyak dunia ikut melonjak. Harga minyak mentah WTI naik 2,23% ke US$96,92 per barel, sementara Brent naik 2,40% ke US$102,46 per barel.

Bursa saham Asia pun bergerak mixed. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,88%, sementara Kosdaq justru naik 0,56%. Nikkei Jepang melemah 0,62% setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi.

Di Australia, indeks ASX 200 turun 0,88%, sedangkan kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong juga bergerak lebih rendah.

Sentimen negatif juga terasa di Wall Street. Kontrak berjangka indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 turun tipis, sementara futures Dow Jones melemah 12 poin.

Pada perdagangan Kamis waktu AS, indeks S&P 500 turun 0,38% ke 7.337,11, tertekan oleh saham teknologi dan semikonduktor seperti Amazon, Broadcom, dan Micron Technology.

Nasdaq Composite ikut turun 0,13% ke 25.806,20 meski sempat mencetak rekor tertinggi baru. Sementara Dow Jones terkoreksi 313 poin atau 0,63% ke level 49.596,97.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.