Jakarta, BFDCnews.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak ambruk pada sesi II perdagangan Jumat (8/5/2026). Hingga pukul 15.05 WIB, IHSG anjlok 130,26 poin atau minus 1,82% ke level 7.044,06.
Mayoritas saham langsung masuk zona merah. Hanya sekitar 160 saham yang masih mampu bertahan di zona hijau.
Meski pasar melemah tajam, nilai transaksi justru terbilang besar. Total transaksi tercatat mencapai Rp28,5 triliun dengan volume perdagangan 40,93 miliar saham dalam 2,16 juta kali transaksi.
Kapitalisasi pasar Bursa RI pun ikut turun menjadi Rp12.547 triliun.
Berdasarkan data perdagangan, saham-saham berbasis komoditas jadi yang paling terpukul pada sesi II hari ini. Saham sektor emas, nikel, batu bara, hingga timah ramai-ramai terkoreksi cukup dalam.
Menjelang penutupan pekan, pasar memang masih dibayangi berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri.
Dari global, pelaku pasar masih fokus memantau perkembangan konflik perang yang terus memanas. Sementara dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada data cadangan devisa Indonesia yang baru diumumkan.
Selain itu, pasar juga mulai bersiap menghadapi pengumuman hasil quarterly review indeks MSCI yang dijadwalkan rilis pada 12 Mei 2026 pekan depan.
Sentimen lain yang ikut membebani pasar adalah jadwal perdagangan pekan depan yang lebih pendek, karena Bursa hanya akan buka selama tiga hari.
