Penguatan Fundamental Dorong Saham BBTN Bergerak di Rp1.150–Rp1.245

BTN

Jakarta – Pergerakan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terlihat cukup agresif dalam sepekan terakhir. Harga saham BBTN bergerak di kisaran Rp1.150 hingga Rp1.245, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi dalam empat hari perdagangan.

Manajemen BTN dalam keterangan resminya yang diterima Infobanknews, Senin (19/1), menyebutkan bahwa aktivitas transaksi saham BBTN melonjak signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Hampir seluruh indikator perdagangan mengalami peningkatan, baik dari sisi volume maupun nilai transaksi.

Bahkan, rata-rata volume dan nilai transaksi tercatat naik lebih dari 100 persen dibandingkan pekan lalu. Kinerja saham BBTN ini juga sejalan dengan tren positif pasar secara umum. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,55 persen, indeks LQ45 naik 2,47 persen, dan indeks sektor keuangan (IDX Finance) turut menguat 1,02 persen.

Menurut manajemen BTN, penguatan saham BBTN ditopang sejumlah sentimen positif. Mulai dari rebranding e’Batarapos menjadi BTN Pos, kepastian subsidi uang muka KPR Sejahtera FLPP, hingga rekomendasi beli (buy) dari beberapa perusahaan sekuritas.

Perluas Dana Murah

Salah satu langkah strategis BTN adalah mengubah e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos. Lewat produk ini, BTN menargetkan penghimpunan dana murah (CASA) hingga Rp5 triliun dalam satu tahun.

Distribusinya akan mengandalkan hampir 3.000 kantor pos di seluruh Indonesia, serta didukung transaksi digital melalui aplikasi Bale by BTN. Strategi ini difokuskan untuk menjangkau segmen Gen Z dan masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Dari sisi pembiayaan perumahan, pemerintah juga memastikan program KPR Sejahtera FLPP tetap berlanjut pada 2026. Subsidi uang muka sebesar Rp4 juta untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dipertahankan guna meringankan beban awal pembelian rumah.

Selain itu, harga rumah subsidi tidak mengalami kenaikan dan masih mengikuti batas maksimal 2024 sesuai zonasi. Kondisi ini dinilai dapat menjaga keterjangkauan sekaligus menopang permintaan KPR di tengah pemulihan sektor properti.

Sentimen Tambahan dari Obligasi dan Analisis Teknikal

Sentimen positif lainnya datang dari keberhasilan BTN menyerap dana hasil penerbitan obligasi. Pada Desember 2025, BTN menghimpun dana Rp2,3 triliun dari penerbitan dua obligasi. Dari jumlah tersebut, dana bersih sebesar Rp2,28 triliun telah terserap sepenuhnya per 31 Desember 2025.

Sebanyak Rp294,80 miliar dialokasikan untuk proyek sosial dan perumahan terjangkau, sementara Rp1,99 triliun digunakan untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi kredit.

Tak hanya dari sisi fundamental, pelaku pasar juga mencermati pergerakan teknikal saham BBTN. Dalam riset Galeri Saham yang dirilis pekan lalu, BBTN dinilai sedang berada dalam fase konsolidasi yang sehat dan terus menguji level resistance kuat di Rp1.175.

“Jika level ini berhasil ditembus dan harga mampu bertahan di atasnya, ada peluang BBTN melanjutkan penguatan menuju Rp1.395, dengan target terdekat di Rp1.270. Support yang terus naik menunjukkan dominasi buyer, sementara perubahan trend optimizer dari merah ke putih menandakan fase bottom reversal,” tulis Galeri Saham.

Pada perdagangan Rabu, BBTN akhirnya berhasil menembus level resistance Rp1.175 dengan dukungan lonjakan volume transaksi dan aksi net buy. Harga saham pun terus melaju hingga menyentuh level Rp1.220.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.