Jakarta, BFDCnews.com — Pesta di pasar saham Indonesia masih terus berlanjut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tampil perkasa pada perdagangan hari ini dengan lonjakan lebih dari 4%, sekaligus berhasil menembus level psikologis 6.200.
Hingga pukul 10.14 WIB, IHSG melesat 242,24 poin atau 4,03% ke posisi 6.249,90. Kenaikan ini memperpanjang tren positif yang sudah berlangsung dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan membaiknya sentimen pasar global.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona hijau. Indeks dibuka di level 6.118,73 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.254,58. Sementara itu, titik terendah hari ini berada di level 6.118,08.
Antusiasme pelaku pasar juga tercermin dari ramainya aktivitas transaksi. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp8,99 triliun dengan volume perdagangan 15,27 miliar saham. Frekuensi transaksi pun menembus 1,07 juta kali.
Reli IHSG kali ini didukung oleh mayoritas saham yang bergerak naik. Sebanyak 654 saham menguat, hanya 87 saham yang melemah, sementara 218 saham lainnya bergerak stagnan.
Tak hanya itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia kembali menembus Rp10.916 triliun. Kenaikan tajam ini menjadi salah satu penguatan harian terbesar sepanjang tahun dan memperlihatkan bahwa minat investor terhadap pasar saham domestik mulai kembali pulih.
Meski demikian, pelaku pasar masih harus mencermati sejumlah risiko global dalam beberapa waktu ke depan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia, hingga arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia masih berpotensi memengaruhi pergerakan pasar keuangan.
Fokus investor kini tertuju pada rapat kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Selain itu, data konsumsi AS dan sejumlah indikator ekonomi China juga akan menjadi perhatian utama karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi global ke depan.
Bagi Indonesia, hasil dari berbagai data tersebut akan berdampak pada pergerakan rupiah, IHSG, pasar obligasi, hingga prospek sektor-sektor berbasis komoditas seperti batu bara, nikel, dan minyak sawit mentah (CPO).
Dari pasar global, sentimen positif datang setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kabar tersebut langsung disambut baik oleh pelaku pasar karena membuka peluang stabilitas pasokan energi dunia.
Harga minyak dunia pun terkoreksi tajam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk kembali membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute perdagangan minyak paling penting di dunia.
Euforia tersebut juga terlihat di bursa Asia. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan lonjakan 5,1%. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang naik 3,6%, disusul Topix yang menguat 2,6%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turut menguat 1,3%.
Dengan dukungan sentimen positif dari dalam dan luar negeri, pasar kini berharap reli IHSG masih memiliki ruang untuk berlanjut, meski investor tetap perlu mewaspadai berbagai risiko global yang masih membayangi.
