Harga Bitcoin (BTC) anjlok tajam ke $75.324 pada Senin (02/02), menandai salah satu kejatuhan terdalam sejak puncaknya di Oktober lalu.
Dalam waktu singkat, sekitar $800 miliar kapitalisasi pasar Bitcoin lenyap, memicu kepanikan luas di pasar kripto.
Penurunan ini terjadi saat likuiditas akhir pekan sangat tipis, memperbesar dampak jual paksa. Bitcoin bahkan sempat keluar dari daftar 10 aset global terbesar, tertinggal dari raksasa institusional seperti Tesla dan Saudi Aramco.
Tekanan utama datang dari eskalasi ketegangan AS – Iran yang langsung mendorong pasar ke mode risk-off.
Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin tidak diperlakukan sebagai aset lindung nilai, melainkan sebagai sumber likuiditas yang cepat dijual.
Di saat bersamaan, penguatan dolar AS setelah munculnya nama Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua The Fed memperburuk tekanan di seluruh aset keras.
Emas dan perak ikut terkoreksi tajam, menunjukkan aksi de-risking serentak lintas pasar.
