Baru Naik, Harga Emas Malah Terkoreksi Usai Data Jobs AS Keluar

Baru Naik, Harga Emas Malah Terkoreksi Usai Data Jobs AS Keluar

Harga emas dunia sempat naik, tapi akhirnya memangkas kenaikannya pada Rabu (11/2/2026) setelah data tenaga kerja AS dirilis. Laporan Januari menunjukkan ada tambahan 130.000 lapangan kerja — jauh lebih tinggi dari perkiraan yang cuma 55.000.

Mengutip Dow Jones Newswires, tingkat pengangguran juga turun ke 4,3 persen. Sementara itu, rata-rata upah per jam naik 0,4 persen secara bulanan, bikin pertumbuhan upah tahunan tembus 3,7 persen.

Awalnya, emas sempat melaju cukup kencang. Emas spot (XAU/USD) ditutup naik 1,18 persen ke USD5.084,28 per troy ons. Kontrak berjangka (futures) emas paling aktif juga sempat naik 1,6 persen sebelum data keluar, tapi kemudian memangkas kenaikan jadi sekitar 0,8 persen.

Data tenaga kerja dan upah yang solid ini bikin peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat jadi makin kecil. Pelaku pasar pun menggeser ekspektasi pemotongan suku bunga 25 basis poin yang sebelumnya diprediksi terjadi pada Juni, menjadi Juli.

Kondisi ini ikut mengerek imbal hasil obligasi pemerintah AS dan menahan laju kenaikan emas lebih lanjut.

Meski begitu, harga emas masih bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Pasar tetap berharap ada pelonggaran kebijakan moneter di paruh kedua tahun ini, apalagi di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, risiko geopolitik yang belum reda, dan permintaan emas dari bank sentral yang masih kuat.

Bahkan, Bank Sentral China (PBoC) dilaporkan terus menambah cadangan emasnya, memperpanjang tren pembelian yang selama ini jadi penopang harga, meskipun pasar tenaga kerja AS terlihat cukup tangguh.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.