Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tancap turun di 15 menit awal perdagangan. Sampai pukul 09.15 WIB, IHSG sudah terkoreksi 1,02% ke level 8.180,83.
Pagi ini mayoritas saham masih merah. Tercatat 426 saham turun, 166 naik, dan 366 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp2,3 triliun dengan 5,39 miliar saham berpindah tangan dalam 390 ribu kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun ikut susut jadi Rp14.841 triliun.
Dari sisi transaksi, saham Bank Central Asia (BBCA) dan Bumi Resources (BUMI) jadi yang paling ramai diperdagangkan di pasar reguler. Sayangnya, keduanya kompak terkoreksi masing-masing 1,02% dan 1,48%.
Sementara itu, saham milik Prajogo Pangestu, Barito Renewables Energy (BREN), jadi penekan terbesar IHSG dengan bobot minus 7,4 poin indeks. Disusul Amman Mineral Internasional (AMMN) yang memangkas 6,83 poin indeks.
Waspada Jelang Libur & Agenda Ekonomi
Pelaku pasar juga mulai berhitung menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek. Bursa baru akan buka lagi Rabu pekan depan, jadi potensi aksi ambil untung atau pengurangan posisi bisa saja terjadi.
Di sisi lain, Danantara bakal menggelar Indonesia Economic Outlook 2026. COO BPI Danantara, Doni Oskaria, menyebut Presiden Prabowo Subianto akan hadir dalam acara tersebut. Pasar tentu menunggu arahan terbaru soal kondisi ekonomi Indonesia, termasuk respons atas penurunan outlook rating oleh Moody’s.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengatakan bahwa acara ini memang disiapkan untuk menjawab penilaian Moody’s tersebut.
Kabar Tambang: Nggak Semua Kena Pangkas
Dari dalam negeri, Kementerian ESDM memastikan pemangkasan kuota produksi dalam RKAB 2026 tidak berlaku ke semua perusahaan tambang.
Dirjen Minerba Tri Winarno menjelaskan, ada pengecualian untuk pemegang PKP2B Generasi Pertama dan BUMN. Artinya, emiten besar seperti Bumi Resources (BUMI), Adaro Andalan Indonesia (AADI), dan Bukit Asam (PTBA) dipastikan tidak terdampak pembatasan ini.
Alasannya? Kontribusi mereka ke negara besar, mulai dari royalti 19% hingga bagi hasil 10%. Selain itu, faktor ketahanan energi juga jadi pertimbangan. Pemerintah ingin pasokan listrik tetap aman, sehingga kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) 30% dipercepat.
Beberapa perusahaan strategis seperti Arutmin Indonesia, Kaltim Prima Coal, Kideco Jaya Agung, dan Berau Coal juga tetap diberi fleksibilitas produksi karena perannya penting buat penerimaan negara dan energi domestik.
Faktor Global: Ketegangan Timur Tengah Naik Lagi
Dari luar negeri, situasi Timur Tengah kembali memanas. Militer AS dilaporkan menempatkan sistem rudal Patriot di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar. Pengerahan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Presiden AS Donald Trump disebut tetap membuka jalur diplomasi, tapi juga menegaskan kesiapan militer jika negosiasi gagal. Di sisi lain, Iran memperingatkan akan membalas jika wilayahnya diserang.
Situasi ini tentu bikin pasar global ikut waswas, dan sentimen tersebut bisa ikut membayangi pergerakan IHSG.
