Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tancap gas di awal perdagangan, Senin (23/2/2026).
Begitu dibuka, IHSG melonjak 1,15% atau naik 94,79 poin ke level 8.366,56. Tapi sampai pukul 09.20 WIB, penguatannya sedikit mendingin dan bertahan di kisaran 0,9%.
Pagi ini, 381 saham naik, 219 turun, dan 358 jalan di tempat. Nilai transaksi sudah tembus Rp 3,59 triliun dengan 7,3 miliar saham diperdagangkan dalam lebih dari 514 ribu transaksi. Kapitalisasi pasar juga balik lagi ke level Rp 15.000 triliun.
Mengutip data Refinitiv, semua sektor kompak di zona hijau. Saham-saham bank jadi motor utama penggerak indeks.
Bank Mega (MEGA) bahkan langsung melonjak 25% dan kena auto reject atas (ARA) ke level 4.130. Saham ini sendirian menyumbang 6,32 poin ke IHSG.
Lalu ada Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang menyumbang 4,72 poin, dan Bank Central Asia (BBCA) dengan kontribusi 7,11 poin ke indeks.
Secara teknikal, posisi IHSG lagi di “persimpangan jalan”. Saat ini indeks masih tertahan di area resistance MA20 harian. Kalau nggak kuat tembus 8.400, ada potensi IHSG bergerak konsolidasi dengan support di sekitar 7.800.
Tapi kalau hari ini berhasil menembus resistance itu, bukan nggak mungkin IHSG lanjut naik untuk menutup gap dan menguji resistance berikutnya di 8.700.
Lalu, apa yang bikin pasar lagi semangat?
Sentimen pertama datang dari Amerika Serikat. Mahkamah Agung AS pekan lalu memutuskan kebijakan tarif era Donald Trump tidak sah. Meski ke depan masih ada kemungkinan kebijakan dagang baru, setidaknya tekanan tarif besar-besaran seperti sebelumnya dinilai sudah mereda.
Kabar positif kedua datang dari dalam negeri. Reformasi pasar modal Indonesia disebut makin menunjukkan progres.
Pejabat Sementara Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan BEI siap memenuhi seluruh rekomendasi dari global index provider sebagai bagian dari pembenahan pasar.
Menurutnya, permintaan dari MSCI sudah sesuai, dan BEI siap mengeksekusi proposal yang diajukan sesuai jadwal.
Dengan kombinasi sentimen global yang lebih adem dan progres reformasi dalam negeri, wajar kalau IHSG pagi ini langsung ngegas. Tinggal lihat, kuat lanjut atau malah tarik napas dulu.
