Jakarta, BFDCnews.com – Kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di awal tahun 2026 terbilang solid. Sepanjang kuartal I, BCA berhasil mencetak laba bersih Rp14,7 triliun—naik sekitar 3,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyebut total laba tersebut juga termasuk kontribusi dari entitas anak.
Ditopang Pendapatan Nonbunga
Salah satu pendorong utama kenaikan laba datang dari pendapatan nonbunga yang mencapai Rp6,6 triliun, naik cukup signifikan 14,2% secara tahunan.
Sementara itu:
- Pendapatan bunga bersih ada di Rp21,1 triliun (cenderung stabil)
- Pendapatan asuransi sekitar Rp0,1 triliun
Secara keseluruhan, total pendapatan operasional BCA di kuartal I 2026 mencapai Rp27,8 triliun, naik 3,3% dibanding tahun lalu.
Kredit Tumbuh, Didorong Momen Ramadan
Penyaluran kredit juga ikut naik, apalagi didorong momentum Ramadan dan Idul Fitri yang biasanya bikin kebutuhan pembiayaan meningkat.
Total kredit BCA sekarang tembus Rp994 triliun, atau tumbuh 5,6% secara tahunan.
Menariknya:
- Kredit segmen produktif naik 7,8% jadi Rp760,2 triliun
- Kredit UMKM tumbuh lebih tinggi, naik 12% ke Rp146 triliun
Fokus ke Pembiayaan Berkelanjutan
BCA juga makin serius di sektor pembiayaan berkelanjutan. Portofolionya naik 10% jadi Rp258,4 triliun (sekitar 26% dari total kredit).
Detailnya:
- Kredit hijau: Rp113 triliun (naik 7,7%)
- Energi baru & terbarukan (EBT): tumbuh pesat 53,5%
Dana Nasabah & Kualitas Kredit Tetap Terjaga
Dari sisi pendanaan, dana murah (CASA) mencapai Rp1.089 triliun, naik 11,2%. Porsinya juga mendominasi, sekitar 85% dari total dana pihak ketiga.
Total dana pihak ketiga sendiri mencapai Rp1.292,4 triliun, tumbuh 8,3%.
Untuk kualitas kredit, masih terbilang aman:
- LAR: 5,1%
- NPL: 1,8%
- Coverage NPL: 174,6%
