JAKARTA — Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, memastikan BEI siap menindaklanjuti semua rekomendasi dari Global Index Provider untuk memperbaiki pasar modal Indonesia.
“Kami siap memastikan seluruh ekspektasi dari global index provider bisa terpenuhi. Semua sudah sesuai permintaan MSCI, dan kita akan deliver sesuai proposal dan jadwal,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jumat (20/2/2026).
Jeffrey menjelaskan, salah satu agenda utama yang sudah hampir rampung adalah kebijakan terkait pemegang saham minimal 1% dan granularisasi data kepemilikan. Selain itu, aturan pencatatan saham soal free float minimal 15% juga sudah selesai disusun pada 19 Februari dan sekarang sedang dibahas di internal BEI.
“Untuk aturan free float 15%, proses penyusunan peraturan sudah selesai. Sekarang masuk tahap internal bursa, dan nanti draft finalnya akan diajukan ke OJK,” jelas Jeffrey.
BEI juga tengah merampungkan metodologi dan SOP untuk membuat shareholder concentration list, yaitu daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.
Daftar ini akan disusun oleh komite lintas divisi dan organisasi pengawas sendiri (SRO), agar prosesnya transparan, objektif, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Singkatnya, BEI sedang menyiapkan semua regulasi dan mekanisme agar pasar modal Indonesia lebih rapi dan sesuai standar global.
