Breaking! IHSG Langsung Tancap Gas, Melonjak 1,26% di Awal Perdagangan

Breaking! IHSG Langsung Tancap Gas, Melonjak 1,26% di Awal Perdagangan

Jakarta, BFDCnews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tancap gas pada pembukaan perdagangan Jumat (12/6/2026). Setelah sempat terkoreksi pada perdagangan sebelumnya, IHSG kini kembali ke zona hijau dengan kenaikan yang cukup solid.

Berdasarkan data IDX Mobile per pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di level 5.960,63 atau naik 74,60 poin (1,27%) dibandingkan posisi penutupan kemarin di level 5.886,03.

Sentimen positif terlihat cukup dominan di awal perdagangan. Sebanyak 318 saham menguat, 83 saham melemah, sementara 558 saham bergerak datar. Nilai transaksi mencapai Rp499,3 miliar dengan volume perdagangan 422,9 juta saham yang ditransaksikan sebanyak 40.750 kali.

Meski dibuka perkasa, pelaku pasar masih dibayangi berbagai sentimen global dan domestik. Investor terus memantau perkembangan geopolitik, kondisi fiskal Indonesia, hingga arah kebijakan bank sentral dunia yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar keuangan.

Salah satu perhatian utama datang dari Amerika Serikat. Data inflasi AS yang kembali meningkat memicu spekulasi bahwa bank sentral AS, The Fed, masih memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan kembali menaikkannya. Kondisi ini biasanya menjadi tantangan bagi aset berisiko seperti saham, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik mulai menunjukkan sinyal yang lebih positif. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negaranya dan Iran berpeluang menandatangani perjanjian damai pada akhir pekan ini. Jika terealisasi, kesepakatan tersebut berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Trump mengklaim perjanjian tersebut dapat mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan sekaligus memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Pernyataan itu muncul setelah Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran karena adanya kemajuan dalam proses negosiasi.

Kabar tersebut langsung disambut positif oleh pasar global. Bursa saham AS menguat, sementara harga minyak mengalami penurunan karena kekhawatiran gangguan pasokan energi mulai mereda. Meski begitu, Iran hingga kini masih belum memberikan keputusan final terkait kesepakatan tersebut.

Dari Eropa, pasar juga dikejutkan oleh keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) yang resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,4%. Ini menjadi kenaikan suku bunga pertama sejak 2023.

ECB mengambil langkah tersebut sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan inflasi akibat lonjakan biaya energi dan risiko gangguan pasokan minyak yang dipicu konflik di Timur Tengah. Seiring keputusan itu, ECB juga menaikkan proyeksi inflasi kawasan euro untuk 2026 dan 2027.

Namun di saat yang sama, prospek pertumbuhan ekonomi zona euro justru direvisi turun. Pertumbuhan ekonomi tahun 2026 diperkirakan hanya mencapai 0,8%, sementara tahun 2027 berada di kisaran 1,2%.

Sementara itu, perhatian dunia juga tengah tertuju pada gelaran Piala Dunia 2026 yang resmi dimulai hari ini di benua Amerika. Secara historis, perhelatan sepak bola terbesar dunia tersebut sering kali membuat aktivitas perdagangan saham cenderung lebih sepi karena perhatian investor beralih ke pertandingan.

Meski demikian, lesunya transaksi pasar kali ini diperkirakan bukan semata-mata karena euforia Piala Dunia. Investor juga masih memilih bersikap hati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi global, arah suku bunga bank sentral, serta perkembangan konflik geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.