Breaking! Rupiah Makin Garang, Dolar AS Tersungkur ke Rp17.845

Jakarta, BFDCnews.com – Rupiah makin menunjukkan taringnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (12/6/2026). Mata uang Garuda terus melesat dan kini sudah semakin dekat ke level Rp17.800 per dolar AS.

Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 14.06 WIB, rupiah tercatat menguat 0,72% ke posisi Rp17.845/US$. Kinerja ini lebih kuat dibandingkan saat pembukaan perdagangan pagi tadi, ketika rupiah sudah lebih dulu naik 0,42% ke level Rp17.900/US$.

Dengan penguatan tersebut, rupiah berhasil menjauh dari area Rp18.000/US$ yang beberapa hari terakhir sempat menjadi momok bagi pasar. Kini, fokus pelaku pasar mulai tertuju pada level psikologis berikutnya, yakni Rp17.800/US$.

Menariknya, penguatan rupiah terjadi di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Aksi tersebut digelar oleh mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Namun kondisi tersebut tampaknya tidak banyak memengaruhi pergerakan rupiah yang tetap melaju seiring melemahnya dolar AS di pasar global.

Pada waktu yang sama, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia tercatat turun 0,08% ke level 99,785.

Pelemahan DXY ini melanjutkan tren koreksi pada perdagangan sebelumnya, setelah indeks tersebut ditutup turun 0,09%. Sementara itu, pada Kamis (11/6/2026), rupiah sempat ditutup melemah 0,14% ke level Rp17.975/US$ sebelum akhirnya bangkit dan kembali menguat hari ini.

Dengan laju penguatan yang terus berlanjut, rupiah kini semakin percaya diri meninggalkan zona Rp18.000 dan mengincar level yang lebih kuat di bawah Rp17.900 per dolar AS.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.