BTN Tutup 2025 dengan Laba Bersih Rp3,5 Triliun

BTN Tutup 2025 dengan Laba Bersih Rp3,5 Triliun

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (BTN) berhasil mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Total aset konsolidasian BTN mencapai Rp527,8 triliun, naik 12,4% dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih konsolidasian juga tumbuh double-digit, menjadi Rp3,5 triliun atau naik 16,4% yoy.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan pencapaian ini menunjukkan BTN tetap stabil dan sehat di tengah tantangan ekonomi. Sejak 76 tahun berdiri, BTN telah menyalurkan 5,8 juta unit rumah, termasuk untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan pangsa pasar KPR nasional mencapai 39%.

“Pertumbuhan bisnis BTN tahun lalu didorong profitabilitas yang kuat dan proses bisnis yang makin efisien berkat transformasi di berbagai lini. Kinerja positif ini hasil kerja keras dan strategi yang cermat,” ujar Nixon di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Pendapatan bunga BTN naik 23% yoy menjadi Rp36,3 triliun, sementara beban bunga hampir sama, hanya naik tipis 0,4%. Hal ini membuat pendapatan bunga bersih melonjak 57,5% menjadi Rp18,4 triliun. Margin bunga bersih (NIM) pun meningkat dari 2,9% jadi 4,2%.

Penyaluran kredit konsolidasian BTN naik 11,9% menjadi Rp400,6 triliun, sebagian besar untuk sektor perumahan senilai Rp328,4 triliun. KPR Subsidi tumbuh 10% menjadi Rp191,2 triliun, sedangkan KPR Non-Subsidi naik 6,7% menjadi Rp113 triliun.

Salah satu pendorong utama pertumbuhan perumahan adalah program baru pemerintah, Kredit Program Perumahan (KPP), yang diluncurkan Oktober 2025. BTN jadi penyalur terbesar dengan Rp2,6 triliun, setara hampir separuh penyaluran KPP nasional.

Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasian juga meningkat 14,6% menjadi Rp437,4 triliun, didorong oleh pertumbuhan transaksi digital lewat superapp Bale by BTN. Pengguna Bale tumbuh 66% menjadi 3,7 juta orang, dengan jumlah transaksi melonjak 79% menjadi 2,2 miliar, senilai Rp103,6 triliun.

Kualitas kredit BTN tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross menurun ke 3,1%, sementara NPL Coverage naik menjadi 123,9%. Rasio kecukupan modal (CAR) juga meningkat menjadi 20,9%, mendukung ekspansi bisnis.

Selain itu, BTN sukses meluncurkan anak usaha Bank Syariah Nasional (BSN), yang kini jadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia. BSN mencatat total aset Rp73 triliun, pembiayaan Rp55 triliun, dan DPK Rp59 triliun, semuanya tumbuh double-digit dibanding 2024.

“Dengan langkah Beyond Mortgage, BTN ingin jadi bank konsumer yang lengkap, memberi solusi finansial bagi nasabah, sekaligus mendukung program perumahan nasional. Semua ini untuk menciptakan manfaat bagi rakyat dan ekonomi Indonesia,” tutup Nixon.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.