Jakarta – Bursa aset kripto Tokocrypto mencatat Bukti Cadangan atau Proof of Reserves (PoR) dengan nilai mencapai US$ 345,38 juta atau setara Rp 5,8 triliun per 1 Januari 2026. Angka ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan saat pertama kali PoR diperkenalkan pada 2023.
Mayoritas aset dalam cadangan tersebut berasal dari kripto berkapitalisasi besar yang paling aktif diperdagangkan. Bitcoin menjadi kontributor terbesar dengan saldo 1.246,8 BTC. Selain itu, terdapat Ethereum sebesar 10.005,6 ETH, BNB sebanyak 12.272,9 BNB, serta Tether (USDT) mencapai 75,52 juta unit.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, pertumbuhan nilai PoR menunjukkan minat investasi kripto pengguna yang masih kuat hingga awal 2026. Menurutnya, peluang pertumbuhan masih terbuka seiring meningkatnya partisipasi investor dan semakin matangnya ekosistem kripto di Tanah Air.
“Nilai PoR yang mencapai sekitar US$ 345 juta per awal Januari 2026 mencerminkan kepercayaan pengguna yang terus tumbuh. Kami melihat tren ini masih berpotensi berlanjut,” ujar Calvin dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).
Calvin menegaskan, transparansi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan pengguna, terutama di tengah dinamika industri kripto yang terus berkembang. Untuk itu, Tokocrypto menerapkan teknologi Merkle Tree dan zk-SNARKs guna memastikan proses verifikasi cadangan aset berjalan akurat tanpa mengorbankan privasi data pengguna.
Lewat sistem Merkle Tree, pengguna dapat melakukan verifikasi mandiri untuk memastikan saldo mereka tercatat dalam total kewajiban Tokocrypto. Sementara teknologi zk-SNARKs digunakan untuk membuktikan bahwa total saldo pengguna setara atau lebih kecil dari aset cadangan perusahaan, tanpa membuka data sensitif ke publik.
Dari sisi keamanan, Tokocrypto juga mengandalkan sistem berlapis mulai dari enkripsi data, proteksi API, hingga teknologi firewall dan deteksi intrusi. Sepanjang 2025, perusahaan juga mencatat nilai transaksi mencapai Rp 150 triliun.
“Kami menerapkan prinsip cakupan aset 1:1 dengan verifikasi berbasis Merkle Tree dan zk-SNARKs. Pengguna pun bisa melakukan self-verification untuk memastikan saldo mereka benar-benar tercatat dalam perhitungan cadangan,” tutup Calvin.
