Dari 1.043 Jadi 300 BUMN, PHK? Tenang, Kata Danantara Tidak Ada

Dari 1.043 Jadi 300 BUMN, PHK? Tenang, Kata Danantara Tidak Ada

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia punya rencana besar: memangkas jumlah BUMN dari 1.043 perusahaan jadi hanya 300 tahun ini. Tenang saja, menurut Danantara, tidak akan ada PHK karyawan selama proses konsolidasi ini.

“Kita akan melakukan streamlining BUMN. Dari 1.043 perusahaan, tahun ini harus selesai tinggal 300. Tapi nggak usah khawatir, tidak akan ada PHK,” ujar Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dony memastikan semua karyawan akan tetap ikut dalam proses konsolidasi, jadi tidak ada yang terdampak. Dengan jumlah BUMN yang lebih ramping, perusahaan diharapkan menjadi lebih sehat, kuat, dan tangguh.

Konsolidasi ini dibagi per klaster, mulai dari logistik, karya, asuransi, hingga layanan teknologi informasi dan komunikasi. Contohnya, PT Telkom Indonesia (Persero) yang sekarang punya 66 anak perusahaan, nantinya hanya akan tinggal belasan saja.

“Untuk logistik, PT Pos akan jadi anchor karena punya sekitar 4.000 outlet. Mereka akan menjadi pusat penggabungan 21 perusahaan logistik kita,” jelas Dony.

“Untuk klaster karya juga sama. Tahun ini masuk fase merger, dan diharapkan selesai pertengahan tahun. Klaster asuransi dari 15 perusahaan akan disederhanakan jadi 3 saja: 1 life insurance, 1 general insurance, dan 1 credit insurance,” tambahnya.

Begitu juga PT Pupuk Indonesia yang dari 47 anak perusahaan hanya akan fokus pada beberapa perusahaan yang memproduksi pupuk. PT Semen Indonesia Tbk juga disebut akan menutup 17 anak perusahaannya.

“Kita sedang menuntaskan semua problematika pengelolaan BUMN supaya ke depan, BUMN tidak hanya kuat dari sisi bisnis, tapi juga tata kelolanya diperbaiki. Semua aspek kita perbaiki,” tutup Dony.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.