BFDCnews.com, JAKARTA — Kinerja BUMN lagi kinclong nih. Dalam setahun sejak hadirnya Danantara Indonesia, kontribusi dividen BUMN disebut melonjak tajam sampai tembus Rp140 triliun di 2025.
Hal ini diungkap oleh BUMN Research Group LM FEB UI. Associate Director-nya, Toto Pranoto, bilang tren dividen BUMN dari 2023 sampai 2025 memang lagi naik terus.
Dari data riset, dividen BUMN naik sekitar 72%, dari Rp81,2 triliun di 2023 jadi estimasi Rp140 triliun di 2025. Kenaikan ini terjadi di tengah perubahan besar dalam pengelolaan BUMN, di mana peran operasional mulai dialihkan dari Kementerian BUMN ke Danantara.
Meski begitu, nggak semuanya mulus. Toto mengingatkan kalau profit BUMN secara keseluruhan masih belum merata. Soalnya, sekitar 75% laba masih ditopang oleh enam perusahaan besar saja.
Artinya, restrukturisasi di ratusan BUMN lainnya masih terus berjalan dan belum sepenuhnya optimal. Ia menyebut kondisi ini masih menunjukkan pola “yang besar makin dominan”.
Untuk ke depan, Danantara disarankan meniru model pengelolaan seperti di Malaysia, dengan sistem dua dana (two-fund). Jadi, ada pemisahan antara dana komersial dan dana strategis supaya bisa mengakomodasi berbagai tugas BUMN, termasuk yang bersifat layanan publik.
Selain itu, Toto juga menyarankan adanya aturan turunan yang lebih jelas, terutama terkait dukungan fiskal, supaya BUMN yang punya banyak penugasan dari pemerintah tetap punya kepastian.
Sebagai catatan, dalam setahun terakhir aturan soal BUMN juga mengalami perubahan besar, dari yang sebelumnya terpusat hingga kini lebih jelas memisahkan peran regulator dan operator.
Intinya, performa dividen memang lagi naik tajam, tapi pekerjaan rumah buat meratakan kinerja antar-BUMN masih cukup besar.
