Harga Emas Anjlok Pagi Ini, Bakal Tembus Level Kritis?

Harga Emas Anjlok Pagi Ini, Bakal Tembus Level Kritis?

Jakarta, BFDCnews.com – Harga emas dan perak diperkirakan masih bakal bergerak terbatas karena pelaku pasar masih cenderung wait and see. Investor saat ini fokus memantau negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sekaligus menunggu sederet data ekonomi global yang akan dirilis pekan ini.

Mengacu data Refinitiv, harga emas langsung terkoreksi pada perdagangan hari ini, Senin (11/5/2026). Harga emas tercatat berada di level US$ 4.695,26 per troy ons.

Padahal, kondisi ini berbeda dibanding akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (8/5/2026), harga emas ditutup menguat 0,62% ke posisi US$ 4.714,42 per troy ons. Penutupan tersebut bahkan menjadi level tertinggi sejak 22 April 2026.

Secara mingguan, harga emas masih mencatat kenaikan 2,18%. Penguatan ini sekaligus memutus tren pelemahan yang terjadi selama dua pekan sebelumnya.

Sementara itu, harga perak justru melemah pada perdagangan hari ini. Harga perak berada di level US$ 4.695,26 per troy ons. Meski begitu, performa perak sepanjang pekan lalu sebenarnya cukup kencang karena melonjak 10,46% dan menguat selama empat hari beruntun dari Selasa hingga Kamis.

Untuk pekan ini, harga emas diperkirakan bergerak di area support US$ 4.493 dan resistance US$ 4.894 per troy ons.

Pasar kini menyoroti sejumlah agenda penting, mulai dari rilis data inflasi China, Jerman, hingga Amerika Serikat, sampai pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan Presiden AS Donald Trump.

Selain itu, perkembangan geopolitik dan pergerakan dolar AS juga bakal jadi penentu arah harga emas selanjutnya. Saat ini indeks dolar AS sudah melemah ke area 97,9, level terendah sejak akhir Februari 2026. Kondisi dolar yang melemah biasanya menjadi sentimen positif bagi emas karena logam mulia tersebut diperdagangkan dalam mata uang dolar AS.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.