BFDCnews.com – Harga minyak dunia lagi naik cukup tajam nih. Di perdagangan Senin (20/4/2026), harganya melonjak sekitar 6% gara-gara situasi AS–Iran yang makin nggak jelas arahnya, terutama di sekitar Selat Hormuz.
Untuk detailnya:
- Minyak Brent naik 5,64% ke sekitar US$95,48 per barel
- Minyak WTI AS bahkan naik 6,87% ke US$89,61 per barel
Padahal sebelumnya, di hari Jumat, harga sempat jatuh sekitar 9% setelah Iran bilang jalur pelayaran di Selat Hormuz dibuka selama gencatan senjata.
Situasi cepat berubah
Tapi kondisi langsung berbalik. Akhir pekan kemarin, AS menyita kapal kargo Iran, dan Iran pun ngasih sinyal bakal membalas. Alhasil, pasar langsung khawatir lagi soal potensi konflik lanjutan.
Menurut Bob Yawger dari Mizuho (dikutip Reuters), sentimen positif yang sempat muncul langsung “hilang” karena situasi ini.
Perundingan masih abu-abu
Gencatan senjata yang cuma dua minggu juga mau segera habis, dan ini bikin pasar ragu apakah pembicaraan damai antara AS dan Iran bakal lanjut atau nggak.
Pihak Iran sendiri masih mempertimbangkan ikut perundingan, tapi belum ada keputusan final.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut pelanggaran gencatan senjata oleh AS jadi penghambat utama proses damai.
Sementara Presiden AS Donald Trump juga bilang belum tentu gencatan senjata bakal diperpanjang—walaupun blokade tetap jalan.
Jalur minyak dunia ikut terdampak
Selat Hormuz yang jadi jalur penting (sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia lewat sini) sekarang masih terganggu.
Bahkan dalam 12 jam terakhir, cuma ada 3 kapal yang melintas—jauh dari kondisi normal.
Analis juga bilang kondisi ini seperti “blokade ganda”, jadi wajar kalau harga minyak jadi gampang naik.
Ke depan gimana?
Meski sekarang naik, analis melihat kalau nggak sampai terjadi perang besar, harga minyak kemungkinan bakal turun pelan-pelan.
Tapi tetap, walaupun nanti ada kesepakatan damai, harga kemungkinan nggak bakal langsung balik ke level sebelum konflik, karena pasokan butuh waktu buat pulih.
