BFDCnews.com, JAKARTA — Harga tembaga naik ke level tertinggi dalam tiga minggu pada perdagangan Rabu (8/4/2026). Kenaikan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyepakati gencatan senjata dua minggu dengan Iran, yang langsung menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global.
Mengutip Reuters, kontrak tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 2,6% ke level US$12.625 per ton pada pukul 01.29 GMT. Angka ini menjadi level tertinggi sejak 18 Maret.
Sementara itu, kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) juga ikut menguat 1,1% ke posisi 97.700 yuan atau sekitar US$14.247,39 per ton, yang juga merupakan level tertinggi sejak 18 Maret.
Analis Marex, Edward Meir, mengatakan penguatan harga logam dasar saat ini banyak didorong oleh turunnya harga minyak mentah.
“Penguatan logam dasar didorong oleh turunnya harga minyak mentah, yang akan menunda kemungkinan perlambatan ekonomi global atau resesi,” ujarnya.
Harga minyak mentah sendiri tercatat anjlok lebih dari 10%, seiring optimisme investor bahwa pasokan minyak dan gas bisa kembali mengalir lewat Selat Hormuz.
Sebagai catatan, Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi global yang dilewati sekitar 20% pasokan minyak dunia. Karena itu, setiap ketegangan di kawasan tersebut biasanya langsung memicu gejolak di pasar komoditas.
Selain itu, dolar AS juga melemah ke level terendah dalam sebulan. Kondisi ini membuat komoditas yang diperdagangkan dalam dolar, termasuk tembaga, menjadi lebih murah bagi pembeli dari negara lain, sehingga ikut menopang permintaan.
Kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Trump muncul hanya beberapa jam sebelum tenggat yang diberikan kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan besar terhadap infrastruktur sipil.
Di sisi lain, Teheran menyatakan bahwa pembicaraan dengan AS akan dimulai Jumat mendatang di Islamabad, setelah Iran mengirimkan proposal 10 poin ke Washington melalui Pakistan.
Logam lain juga ikut menguat
Tak hanya tembaga, harga sejumlah logam lain juga ikut naik.
Di pasar LME, harga:
- aluminium naik 0,6% menjadi US$3.496 per ton
- timah naik 4,3%
- seng naik 1%
- timbal naik 0,6%
- nikel naik 1,6%
Sementara di SHFE, harga aluminium juga naik 0,3% ke level 24.715 yuan per ton.
Pasar juga sempat diwarnai kabar soal dugaan serangan terhadap pabrik aluminium Arak di Iran tengah, tetapi laporan tersebut kemudian disebut keliru.