IHSG Ngacir! Baru Dibuka Langsung Loncat 1%

Jakarta, BFDCnews.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tancap gas di awal perdagangan Kamis (7/5/2026). Baru dibuka, IHSG langsung melompat 1% ke level 7.165,10 atau naik 72,63 poin dibanding penutupan sebelumnya.

Mayoritas saham juga ikut menghijau. Tercatat ada 383 saham naik, 73 saham turun, dan 505 saham bergerak stagnan.

Aktivitas pasar pagi ini cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp388,1 miliar. Total ada 813,7 juta saham diperdagangkan dalam 51.910 transaksi. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pun ikut naik menjadi Rp12.829 triliun.

Sentimen positif juga datang dari bursa Asia yang mayoritas bergerak naik. Bursa Jepang jadi yang paling mencolok setelah indeks Nikkei 225 melonjak lebih dari 3,7% dan berhasil menembus level 61.000. Sementara indeks Topix ikut naik 1,91%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik lebih dari 1%. Bursa Korea Selatan juga ikut menguat, dengan indeks Kospi naik 1,17%. Namun, indeks saham small caps Kosdaq justru turun 0,4%.

Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 26.423, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di 26.213,78.

Pelaku pasar tampaknya mulai lebih tenang melihat perkembangan konflik Timur Tengah. Iran disebut sedang mengkaji proposal perdamaian dari Amerika Serikat yang berpotensi mengakhiri perang secara resmi. Meski begitu, sejumlah isu besar seperti program nuklir Iran dan pembukaan Selat Hormuz masih belum menemukan titik terang.

Presiden AS Donald Trump lewat unggahan di Truth Social juga menyebut operasi militer AS bernama Operation Epic Fury bisa dihentikan jika Iran menyetujui kesepakatan yang ditawarkan.

Meredanya tensi geopolitik ikut bikin harga minyak dunia jatuh cukup dalam. Minyak WTI turun 7,03% ke US$95,08 per barel, sedangkan Brent ambles 7,83% ke US$101,27 per barel. Trader disebut mulai mengurangi posisi karena berharap konflik segera berakhir.

Dari dalam negeri, pemerintah juga baru merilis aturan baru terkait ekspor. Menteri Perdagangan Budi Santoso menetapkan Permendag No. 12 Tahun 2026 yang mulai berlaku sejak 29 April lalu. Aturan ini merupakan revisi kelima dari Permendag No. 23 Tahun 2023 soal kebijakan dan pengaturan ekspor.

Lewat aturan baru ini, pemerintah memperluas pengendalian ekspor untuk berbagai komoditas mulai dari beras, produk hewan, perikanan, hingga hasil tambang.

Tak cuma itu, kewenangan untuk menangguhkan, membekukan, hingga mencabut izin ekspor kini juga bisa diusulkan kementerian atau lembaga terkait dan diputuskan lewat rapat koordinasi lintas kementerian.

Pemerintah menegaskan kebijakan ini dibuat untuk memastikan aktivitas ekspor tetap sejalan dengan kebutuhan dalam negeri dan kepentingan nasional.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.