Jakarta — IHSG sesi pertama hari ini ditutup naik cukup tajam, 130,15 poin atau 1,6% ke level 8.261,89. Dari total saham yang diperdagangkan, 556 saham menguat, 166 melemah, dan 236 stagnan.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp16,85 triliun, melibatkan 35,43 miliar saham lewat 2,05 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar juga ikut naik menjadi Rp15.017 triliun.
Bumi Resources (BUMI) jadi saham dengan nilai transaksi terbesar, senilai Rp4,8 triliun. Saham ini langsung melesat 12,9% ke level 280.
Hampir semua sektor berada di zona hijau. Sektor bahan baku memimpin dengan kenaikan 3,61%, diikuti energi 3,32%, konsumer non-primer 3,22%, dan utilitas 3,02%.
Saham konglomerat kembali jadi motor penggerak IHSG. Tiga saham yang paling berpengaruh hari ini adalah Barito Pacific (BRPT) dengan kontribusi 13,77 poin indeks, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) 9,65 poin, dan BUMI 8,31 poin.
Investor hari ini masih fokus pada beberapa sentimen utama, baik dari dalam negeri maupun global. Mulai dari target besar Danantara untuk BUMN, strategi OJK mendorong penyaluran kredit, hingga data ekonomi terbaru dari AS dan China.
Situasi geopolitik di Timur Tengah juga jadi sorotan, karena berpotensi memengaruhi harga minyak dunia. Terbaru, ketegangan di Selat Hormuz meningkat. Administrasi Maritim AS (MARAD) mengeluarkan peringatan bagi kapal berbendera AS untuk menjauhi perairan Iran dan menolak izin bagi pasukan asing menaiki kapal.
Meskipun ada upaya diplomasi nuklir yang sedang berjalan, Selat Hormuz tetap strategis karena sekitar sepertiga minyak mentah dunia lewat jalur ini. Gangguan di sana bisa langsung memicu lonjakan harga minyak global, meningkatkan inflasi, dan menambah beban subsidi energi, termasuk bagi Indonesia.
Meski begitu, lonjakan IHSG dan penguatan rupiah kemarin jadi modal positif untuk pasar hari ini. Melemahnya indeks dolar juga memberi angin segar bagi rupiah dan mendukung potensi penguatan lebih lanjut.
