OJK Yakin Sektor Jasa Keuangan Bakal Ngebut di 2026

OJK Yakin Sektor Jasa Keuangan Bakal Ngebut di 2026

JakartaOtoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis sektor jasa keuangan masih bisa lanjut tumbuh di 2026. Artinya, tren positif yang sudah jalan sejak 2021 berpotensi terus berlanjut.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, bilang pertumbuhan tetap bisa terjaga meski tantangan global masih ada.

Menurut proyeksi OJK, kredit perbankan tahun ini bisa tumbuh 10–12%, dengan dana pihak ketiga (DPK) naik 7–9%. Sektor asuransi juga diprediksi ikut menguat, dengan aset program asuransi tumbuh 5–7%.

Nggak cuma itu, aset dana pensiun diperkirakan naik 10–12%, aset program penjaminan bisa tumbuh 14–16%, dan piutang perusahaan pembiayaan diproyeksi naik 6–8%. Di pasar modal, target penghimpunan dana dipatok tembus Rp 250 triliun.

OJK sendiri menyiapkan tiga fokus utama biar sektor ini tetap solid:

  1. Memperkuat ketahanan sektor jasa keuangan

  2. Mengembangkan ekosistem keuangan agar makin berkontribusi ke ekonomi

  3. Memperdalam pasar keuangan secara berkelanjutan, termasuk dorong keuangan hijau

Senada, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Hery Gunardi, menilai industri jasa keuangan punya peran penting buat jaga stabilitas ekonomi dan mendukung sektor produktif.

Menurutnya, kondisi perbankan saat ini juga masih cukup kuat. DPK bahkan tumbuh double digit 11,4% secara tahunan. Loan to Deposit Ratio (LDR) ada di sekitar 84%, artinya ruang buat ekspansi kredit masih terbuka tanpa bikin likuiditas seret.

Dari sisi modal, perbankan juga tebal. Capital Adequacy Ratio (CAR) ada di kisaran 26%, jauh di atas batas minimum regulator. Dengan bantalan modal sebesar itu, bank dinilai cukup tahan menghadapi risiko sekaligus tetap bisa menyalurkan kredit secara hati-hati.

Sebagai gambaran, sektor jasa keuangan tumbuh 7,92% (yoy) pada kuartal IV 2025 — jadi laju tertinggi sejak Juni 2021. Rasio aset dan produk keuangan Indonesia juga sudah mencapai 184% terhadap PDB.

Rinciannya:

  • Kapitalisasi pasar dan surat utang beredar: Rp 24.773 triliun (104% PDB)

  • Aset perbankan: Rp 13.889 triliun (58,3%)

  • Aset sektor asuransi, penjaminan, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan: Rp 4.056 triliun (17%)

  • Aset lembaga keuangan pasar modal: Rp 87,67 triliun (0,4%)

  • Aset dana kelolaan: Rp 1.043 triliun (4,4%)

Dengan kondisi tersebut, OJK yakin sektor jasa keuangan masih punya tenaga buat tumbuh sehat di 2026, meski dinamika global tetap perlu diwaspadai.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.