Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dipangkas Jadi 4,7% Versi Bank Dunia

BFDCnews.com – Jakarta. Bank Dunia (World Bank) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia jadi 4,7% untuk tahun 2026.

Angka ini sedikit lebih rendah dibanding prediksi sebelumnya pada Oktober 2025 yang masih di level 4,8%.

Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, perlambatan ini disebut karena tekanan dari luar, terutama naiknya harga minyak dunia dan sikap investor global yang lagi cenderung hati-hati (risk-off).

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat jadi 4,7%, seiring tekanan dari kenaikan harga minyak dan meningkatnya kehati-hatian investor,” tulis laporan tersebut, Kamis (9/4/2026).

Kondisi ini diperkirakan bakal nahan laju pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Meski begitu, dampaknya nggak sepenuhnya negatif. Soalnya, masih ada penopang dari ekspor komoditas dan berbagai proyek investasi yang digerakkan pemerintah.

Bank Dunia juga menilai beberapa negara di kawasan, termasuk Indonesia, masih punya “bantalan” ekonomi buat menghadapi lonjakan harga minyak.

Buat Indonesia sendiri, status sebagai eksportir komoditas jadi salah satu penyelamat. Pendapatan dari ekspor ini bisa bantu nutupin kenaikan biaya energi akibat harga minyak yang lebih tinggi.

Nggak cuma Indonesia, Malaysia juga diprediksi bakal merasakan manfaat serupa dari ekspor komoditas yang bisa mengimbangi kenaikan biaya bahan bakar.

Dengan kondisi seperti ini, tekanan ke ekonomi domestik diperkirakan nggak bakal terlalu berat dan masih bisa ditahan.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.