BFDCnews.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menargetkan lembaga investasi negara Danantara bisa menyetor keuntungan minimal Rp800 triliun per tahun ke kas negara.
Untuk mencapai angka tersebut, Prabowo menilai Danantara perlu mencatat Return on Asset (RoA) sekitar 5% setiap tahun.
“Kalau 5% return on asset, berarti Danantara harus mengembalikan ke negara sekitar US$50 miliar per tahun, atau setara Rp800 triliun,” kata Prabowo saat acara 1 Tahun Danantara di Wisma Danantara, Rabu (11/3/2026).
Prabowo juga menyebut bahwa RoA perusahaan-perusahaan BUMN yang berada di bawah Danantara sudah mengalami peningkatan lebih dari 300% sepanjang 2025.
Meski begitu, menurutnya capaian tersebut masih belum mendekati target pemerintah yang ingin setiap BUMN bisa menghasilkan RoA minimal 5% setiap tahun.
“Sasaran kita masih cukup jauh. Saudara-saudara harus bisa memberi return minimal 5% kembali ke negara. Minimal US$50 miliar,” ujar Prabowo.
Ia bahkan menilai, perusahaan dengan fundamental kuat seharusnya bisa mencetak imbal hasil atas aset hingga 10%–15% per tahun.
Prabowo juga mengakui bahwa target tersebut tidak mudah dicapai, terutama di tahun-tahun awal berdirinya Danantara.
Namun, ia optimistis dengan pengelolaan aset yang baik, Danantara nantinya bisa memberikan kontribusi keuntungan yang jauh lebih besar bagi negara.
