BFDCnews.com, Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bilang pemerintah lagi mempertimbangkan buat kasih insentif ke pasar modal Indonesia.
Menurut dia, langkah ini masih akan dilihat dulu dari performa program-program di Bursa. Kalau dinilai berjalan bagus, baru deh insentif bakal dikasih.
“Karena sektor finansial itu penting, dari situ dana bisa dipakai buat beli obligasi dan instrumen lain yang ujungnya juga menggerakkan ekonomi,” kata Purbaya di Gedung BEI, Senin (27/4/2026).
Soal bentuknya, Purbaya ngasih sinyal kalau insentif ini bisa aja berupa keringanan pajak.
Di sisi lain, OJK menyambut positif rencana ini. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, berharap insentif yang dikasih benar-benar dalam bentuk stimulus fiskal, terutama terkait pajak.
Menurut Hasan, insentif ini bisa bantu dorong berbagai program, seperti kampanye PINTAR Reksa Dana sampai gerakan nabung saham rutin.
Nggak cuma itu, OJK juga berharap ada tambahan insentif buat produk reksa dana, obligasi, bahkan saham, supaya makin menarik buat investor.
Menariknya lagi, OJK juga mengusulkan adanya “tingkatan” insentif buat emiten—semakin besar porsi saham yang dilepas ke publik (free float), semakin besar juga insentif yang didapat.
Harapannya, kebijakan ini bisa bikin lebih banyak perusahaan besar dan berkualitas mau masuk ke Bursa, sekaligus bikin pasar modal Indonesia makin hidup.
