Restrukturisasi Besar, Pertamina Bakal Lepas 38 Anak Perusahaan

Restrukturisasi Besar, Pertamina Bakal Lepas 38 Anak Perusahaan

Jakarta – PT Pertamina (Persero) lanjut gas program perampingan bisnis di 2026. Tahun ini, ada 38 anak usaha yang masuk daftar divestasi. Isinya macam-macam, mulai dari rumah sakit, hotel, maskapai, sampai asuransi.

Langkah ini bagian dari strategi “beres-beres” portofolio supaya Pertamina bisa lebih fokus ke bisnis utamanya: energi dan migas.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, bilang sebagian yang mau dilepas memang bukan bisnis inti, termasuk grup rumah sakit yang selama ini dikelola Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Menurut Agung, sekitar 12 perusahaan rumah sakit dari IHC sudah masuk pipeline. Bahkan, untuk valuasinya disebut sudah ada kesepakatan dengan Danantara. Tinggal lanjut ke proses berikutnya.

“Tahun ini ada 38 di pipeline, termasuk grup rumah sakit IHC. Value-nya sudah ada kesepakatan, tinggal dilanjutkan prosesnya,” ujarnya di Terminal Pertamina Tanjung Sekong.

Meski begitu, realisasinya tetap menunggu arahan lebih lanjut dari Danantara. Pertamina bilang siap jalan kalau sudah dapat lampu hijau.


Pelita Air & Hotel Juga Masuk Daftar

Bukan cuma rumah sakit. Maskapai Pelita Air juga masuk rencana restrukturisasi. Nantinya, Pelita Air direncanakan digabung ke Garuda Indonesia.

Rencana ini bahkan sudah masuk dalam RKAP PT Danantara Asset Management.

Selain itu, bisnis hotel yang dikelola Patra Jasa juga lagi dibahas. Untuk sementara, skemanya masih operatorship, bekerja sama dengan grup Danantara, termasuk entitas hotel di bawah InJourney.

Nantinya, proses divestasi bakal dilanjutkan sesuai arah restrukturisasi yang disepakati.


Asuransi Tugu Juga Dibahas

Di sektor asuransi, Pertamina juga lagi ngobrol soal masa depan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) bersama Indonesia Financial Group (IFG).

Meski ada wacana pemisahan, Pertamina menegaskan fungsi asuransi tetap harus mendukung bisnis migas, karena pengelolaan risiko di sektor energi itu krusial banget.


Sudah Berkurang 15 Perusahaan

Sebenarnya, program perampingan ini bukan hal baru. Dua tahun terakhir sudah jalan.

Dari total 257 entitas yang dulu ada di bawah Pertamina, sekarang tinggal 242 perusahaan. Artinya sudah berkurang 15 entitas.

Sebagian yang dilepas termasuk 10 SPV di Pertamina International Shipping (PIS), yang sebelumnya berfungsi sebagai entitas kapal.

Intinya, Pertamina lagi serius “diet bisnis” supaya lebih ramping dan fokus. Targetnya jelas: nggak ke mana-mana lagi, tapi balik ke core business energi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.