RI Jadi Negara Paling Tahan Krisis Energi Nomor 2, Ini Strategi di Baliknya

Solar Sentuh Rp30.000, Bahlil Bilang BBM Subsidi Masih Aman

BFDCnews.com – Indonesia ternyata masuk peringkat dua dunia sebagai negara paling tahan terhadap guncangan energi versi JP Morgan. Tapi di balik capaian itu, kondisi energi kita sebenarnya masih jauh dari kata ideal.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia blak-blakan bilang, Indonesia sekarang justru jadi importir minyak. Produksi dalam negeri cuma sekitar 605 ribu barel per hari, sementara kebutuhan sudah tembus 1,6 juta barel per hari.

Karena itu, pemerintah lagi “putar otak” buat ngejar kemandirian energi. Salah satu langkahnya adalah menghidupkan lagi sumur-sumur minyak tua yang selama ini terbengkalai, bahkan ada yang peninggalan zaman kolonial Belanda.

Pemerintah juga dorong perusahaan migas buat pakai teknologi baru biar sumur lama bisa produktif lagi. Bahkan, masyarakat lokal juga mulai dilibatkan supaya pengelolaannya lebih maksimal dan legal.

Nggak cuma itu, proyek-proyek besar yang lama mangkrak juga mulai “dipaksa” jalan. Contohnya Blok Masela yang sempat tertunda puluhan tahun, sekarang sudah masuk tahap lelang konstruksi setelah diberi tenggat tegas.

Di sektor BBM, ada kabar cukup positif. Tahun 2026 jadi momen penting karena Indonesia akhirnya berhasil stop impor solar. Ini hasil dari program biodiesel yang sekarang campurannya sudah sampai 40% dan bakal naik jadi 50%.

Dari situ, pemerintah mulai nyiapin langkah serupa untuk bensin, yaitu campuran etanol sampai 20% yang ditargetkan mulai jalan di 2028. Bahan bakunya juga banyak tersedia, seperti singkong, jagung, dan tebu.

Kalau rencana ini jalan, impor bensin bisa ditekan cukup besar.

Tapi tantangan masih ada di gas rumah tangga. Indonesia masih impor LPG dalam jumlah besar, sementara subsidi yang dikeluarkan negara juga nggak kecil.

Sebagai solusi, pemerintah lagi dorong penggunaan CNG (Compressed Natural Gas), yang diklaim lebih murah dan sudah mulai diuji di beberapa tempat.

Selain itu, pemerintah juga mulai “nyebar” sumber impor minyak, nggak cuma bergantung dari Timur Tengah lewat Selat Hormuz, tapi juga dari Afrika, Amerika, sampai Rusia.

Di tengah semua upaya ini, pemerintah memastikan satu hal yang paling dirasakan masyarakat: harga BBM dan LPG subsidi tetap dijaga.

Bahlil bahkan bilang, meski harga minyak dunia naik sampai US$100 per barel, harga BBM dan LPG subsidi dipastikan nggak akan naik sampai akhir tahun.

Intinya, meski Indonesia dinilai cukup kuat menghadapi krisis energi, pekerjaan rumahnya masih banyak—dan pemerintah lagi ngebut buat beresin satu per satu.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.