Rupiah Makin Melemah, Kini Tembus Rekor Terburuk Lawan Ringgit & Dolar Singapura

Rupiah Makin Melemah, Kini Tembus Rekor Terburuk Lawan Ringgit & Dolar Singapura

Nilai tukar rupiah lagi-lagi kena tekanan. Pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026, rupiah melemah cukup tajam terhadap ringgit Malaysia (MYR) dan dolar Singapura (SGD).

Mengacu data Refinitiv sampai pukul 09.23 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp4.298/MYR atau melemah 0,53%. Angka ini jadi level terlemah intraday sepanjang sejarah terhadap ringgit.

Lawan dolar Singapura juga nggak kalah berat. Rupiah turun 0,33% ke Rp13.325/SGD — sekaligus mencetak rekor terlemah intraday terhadap mata uang Negeri Singa tersebut.

Sebenarnya tren pelemahan ini bukan baru kemarin sore. Sepanjang 2025, rupiah sudah melemah 14,05% terhadap ringgit dan 10% terhadap dolar Singapura. Memasuki awal 2026, tekanan masih berlanjut dengan depresiasi year-to-date 4,82% vs ringgit dan 2,83% vs dolar Singapura.

Melemahnya rupiah ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap ringgit dan dolar Singapura. Mulai dari kebutuhan transaksi perdagangan, pembayaran internasional, sampai penempatan dana, bikin dua mata uang itu relatif lebih perkasa dibanding rupiah.

Sebelumnya, Reuters juga melaporkan rupiah sempat menyentuh level terlemah terhadap dolar AS, padahal dolar global saat itu tidak sedang dalam tren menguat. Ini menunjukkan rupiah memang cukup sensitif terhadap sentimen pasar dan ketidakpastian ekonomi dalam negeri.

Bank sentral, Bank Indonesia, menyatakan terus melakukan stabilisasi nilai tukar lewat intervensi terukur di pasar spot dan non-deliverable forward (NDF).

Meski begitu, tekanan eksternal dan preferensi investor yang cenderung memilih aset regional lain yang dinilai lebih solid membuat rupiah belum benar-benar bisa bangkit.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.