Trump Incar Greenland, Investor Mulai Jual Saham dan Obligasi AS

greenland

Jakarta – Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mencaplok Greenland mulai memicu reaksi pasar global. Trump bahkan mengancam bakal menjatuhkan tarif baru ke Uni Eropa jika rencana tersebut ditolak.

Situasi ini memunculkan gerakan yang dikenal sebagai “Jual Amerika”, di mana investor asing mulai melepas saham dan surat utang pemerintah AS. Dampaknya sudah terlihat, salah satunya dari indeks dolar AS yang melemah 0,1% seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi dan politik AS.

Fenomena serupa sebenarnya pernah terjadi pada April tahun lalu. Saat itu, Trump mengumumkan tarif impor baru terhadap puluhan negara, yang langsung direspons pasar dengan penurunan harga saham, obligasi, dan nilai tukar dolar AS.

Market Analyst IG, Tony Sycamore, menilai kekhawatiran investor dipicu oleh ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan, menurunnya kepercayaan terhadap kepemimpinan AS, serta makin kencangnya tren dedolarisasi.

“Meski ada harapan pemerintah AS bisa meredakan ketegangan seperti sebelumnya, upaya mengamankan Greenland tampaknya tetap menjadi agenda utama keamanan nasional pemerintahan saat ini,” ujar Tony, dikutip dari Reuters, Selasa (20/1/2026).

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di level 4,2586%. Mayoritas responden, sekitar 94,5%, memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Data Bloomberg juga menunjukkan dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Terhadap yen Jepang, dolar turun 0,04%, lalu melemah 0,14% terhadap dolar Kanada, dan terkoreksi 0,18% terhadap franc Swiss.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.