Usai Jadi Emerging Market, Vietnam Bidik Dana Masuk US$6 Miliar

BFDCnews.com, HANOI – Pasar saham Vietnam berpotensi kebanjiran dana asing setelah resmi mendapat status emerging market dari FTSE Russell. Status baru ini diperkirakan bisa jadi angin segar bagi pasar Vietnam yang sepanjang tahun ini justru masih dibayangi aksi jual investor asing.

Regulator pasar saham Vietnam menilai kenaikan status ini bisa membuka peluang masuknya modal asing dalam jumlah besar ke pasar keuangan mereka.

“Hal ini akan membantu menarik aliran investasi internasional berskala besar, meningkatkan likuiditas, dan memperkuat posisi Vietnam dalam sistem keuangan global,” kata Komisi Sekuritas Negara Vietnam dalam pernyataannya, Rabu (8/4/2026).

FTSE Russell resmi naikkan status Vietnam

FTSE Russell pada Selasa mengumumkan bahwa Vietnam akan naik kelas dari frontier market menjadi emerging market mulai September 2026.

Setelah itu, saham-saham Vietnam akan mulai dimasukkan secara bertahap ke dalam indeks ekuitas global milik FTSE Russell.

Langkah ini cukup penting karena selama ini Vietnam sudah cukup lama menunggu status tersebut. Bahkan sejak 2018, negara itu sudah masuk daftar pantauan untuk promosi ke kelompok pasar yang lebih besar, yang juga dihuni negara seperti China dan India.

Potensi dana masuk bisa tembus US$6 miliar

FTSE Russell memperkirakan perubahan status ini bisa membawa dana asing masuk hingga US$6 miliar ke pasar saham Vietnam.

Bahkan, analis Maybank Securities menilai arus masuk modal bisa lebih besar lagi, yakni mencapai US$8 miliar, jika digabung antara investasi pasif dan aktif.

Menurut mereka, dana asing kemungkinan akan masuk secara bertahap, baik sebelum maupun selama proses inklusi indeks berlangsung.

“Implementasi bertahap ini diharapkan membuat penyerapan dana berjalan lebih tertib, sekaligus mendukung peningkatan likuiditas dan kedalaman pasar secara stabil,” tulis analis Maybank dalam catatan risetnya.

Jadi kabar baik di tengah derasnya arus keluar dana asing

Kabar ini tentu jadi sentimen positif bagi pasar Vietnam, mengingat sepanjang tahun ini investor asing masih aktif melepas saham mereka.

Berdasarkan data resmi, arus keluar bersih investor asing dari Bursa Efek Ho Chi Minh sudah mencapai sekitar US$1,2 miliar sepanjang tahun ini.

Sebelumnya, pada 2025, pasar saham Vietnam juga mencatat arus keluar bersih yang jauh lebih besar, yakni sekitar US$5 miliar.

Artinya, status baru sebagai emerging market diharapkan bisa membalikkan sentimen dan mulai menarik kembali minat investor global.

Saham-saham besar Vietnam berpeluang masuk indeks

FTSE Russell menyebut tambahan modal asing sebesar US$6 miliar itu bisa memberi Vietnam bobot hingga 0,35% dalam indeks pasar berkembang mereka.

Beberapa emiten besar yang berpotensi masuk ke dalam indeks tersebut antara lain:

  • Vingroup
  • Masan Group
  • FPT Corp
  • Hoa Phat

Masuknya saham-saham ini ke indeks global biasanya akan ikut mendorong minat investor institusi, terutama dana pasif yang mengikuti pergerakan indeks.

Arus masuk akan dilakukan bertahap

FTSE Russell juga memperkirakan sekitar US$1,5 miliar dari total dana masuk akan berasal dari arus pasif.

Dana tersebut rencananya akan masuk secara bertahap, dengan rincian:

  • 10% pada September 2026
  • 20% pada Maret 2027
  • 35% pada Juni 2027
  • 35% pada September 2027

Skema bertahap ini dinilai penting agar pasar bisa menyerap arus modal secara lebih stabil tanpa menimbulkan gejolak besar.

Reformasi pasar mulai membuahkan hasil

Meski sudah masuk daftar pantauan FTSE selama delapan tahun, Vietnam dinilai baru benar-benar serius melakukan reformasi pasar dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut ahli strategi ekuitas Maybank Securities Vietnam, Hoang Huy, momentum reformasi mulai terlihat sejak 2022, ketika gejolak di sektor obligasi dan properti membuka kelemahan dalam model pertumbuhan ekonomi yang terlalu bergantung pada kredit.

Sejak saat itu, Vietnam mulai melakukan sejumlah pembenahan, seperti:

  • menghapus skema pendanaan awal ekuitas
  • berencana beralih ke sistem kliring terpusat pada 2027
  • membuka akses lebih luas bagi investor asing melalui broker global

Langkah-langkah ini dinilai menjadi fondasi penting agar pasar saham Vietnam makin menarik di mata investor internasional.

Vietnam incar naik kelas lagi lewat MSCI

Setelah berhasil mendapat status emerging market dari FTSE Russell, Vietnam kini juga membidik promosi serupa dari MSCI, dengan target paling lambat pada 2030.

Kepala riset dan pengembangan Yuanta Securities Vietnam, Nguyen The Minh, mengatakan kenaikan status dari MSCI nantinya bisa membuka peluang arus modal yang jauh lebih besar lagi.

Namun, menurut dia, masih ada tantangan utama yang harus dibenahi, yaitu batasan kepemilikan asing di sejumlah saham.

Meski begitu, ia menilai peluang Vietnam untuk naik kelas di MSCI bisa datang lebih cepat dari target resmi pemerintah.

“Dengan peningkatan status dari FTSE dan reformasi yang terus dilakukan oleh Kementerian Keuangan, peningkatan peringkat dari MSCI bisa saja datang lebih cepat dari 2030. Bahkan mungkin pada 2028,” ujarnya.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.