IHSG Drop 1%, Saham BBCA Kena Imbas

Jakarta — IHSG masih lanjut tertekan di perdagangan Jumat (27/3/2026). Pas pembukaan, indeks langsung turun 0,39% ke level 7.136,37.

Nggak lama, sekitar pukul 09.39 WIB, IHSG makin merosot. Turun 72,86 poin atau sekitar -1,02% ke posisi 7.091,23.

Dari total saham yang diperdagangkan, yang turun ada 390, yang naik 184, dan 384 lainnya stagnan. Nilai transaksi juga lumayan ramai, tembus Rp 2,79 triliun dari 4,94 miliar saham yang ditransaksikan lebih dari 378 ribu kali.

Saham Bank Central Asia (BBCA) jadi pemberat utama pagi ini. Harganya turun 2,18% ke level 6.725 dan nyeret IHSG turun sekitar 11,84 poin. Penurunan ini juga ada kaitannya sama cum date dividen yang jatuh hari ini.

Kalau lihat kawasan, pergerakan IHSG juga sejalan sama mayoritas bursa Asia yang lagi melemah. Indeks Nikkei turun 0,86%, Kospi jeblok 3,25%, dan Taiwan Weighted Index turun 1,79%. Sementara itu, Hang Seng masih naik tipis, dan Straits Times Index naik 0,37%.

Sepertinya pasar keuangan Indonesia masih bakal agak goyang sampai akhir pekan ini.

Soalnya, isu gencatan senjata antara AS, Israel, dan Iran masih belum jelas arahnya. Optimisme yang sempat muncul di tengah minggu mulai memudar.

Pelaku pasar sekarang lebih fokus lihat dampak nyatanya ke kebijakan, industri, sampai ekonomi global, apalagi setelah adanya blokade di Selat Hormuz.

Dari laporan CNBC.com, Donald Trump memutuskan memperpanjang tenggat serangan selama 10 hari sampai 6 April, buat kasih ruang negosiasi. Katanya, keputusan ini diambil setelah ada permintaan dari Iran sebagai upaya meredakan tensi.

Trump juga bilang perpanjangan ini semacam “imbalan” setelah 10 kapal tanker minyak berhasil melintas di Selat Hormuz sebagai gestur dari Teheran. Lewat Truth Social, dia bilang langkah ini buat membuka peluang solusi damai.

Meski Trump menyebut pembicaraan berjalan baik, situasinya masih simpang siur. Pihak AS ingin penyelesaian lewat negosiasi, tapi Iran justru membantah ada pembicaraan langsung.

Sementara itu, harga minyak sempat naik pada Kamis, tapi akhirnya melemah lagi karena ada sinyal menuju kesepakatan damai. Minyak WTI untuk pengiriman Mei turun 1,3% ke US$93,29 per barel, sedangkan Brent ditutup di US$108,01 per barel.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.