IHSG Naik 2%! Pasar Sambut Langkah Prabowo Hadapi Dampak Perang

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ngebut di awal perdagangan Rabu (1/4/2026). Pasar terlihat merespons positif berbagai langkah yang disiapkan Presiden Prabowo Subianto untuk meredam dampak konflik di Timur Tengah.

Per pukul 09.16 WIB, IHSG sudah naik hampir 2% ke level 7.186,66. Mayoritas saham juga ikut menguat—489 saham naik, 140 turun, dan sisanya masih stagnan.

Nilai transaksi pagi ini sudah tembus Rp2,39 triliun, dengan 4,15 miliar saham diperdagangkan dalam lebih dari 266 ribu transaksi. Kapitalisasi pasar pun ikut naik jadi Rp12.625 triliun.

Kenaikan ini nggak lepas dari kebijakan pemerintah yang baru diumumkan buat mengantisipasi efek konflik Timur Tengah, terutama yang bisa memicu gejolak harga energi global.

Beberapa langkah yang diambil antara lain:

  • WFH untuk ASN 1 hari per minggu (Jumat)
  • Penghematan BBM
  • Refocusing anggaran
  • Penyesuaian program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bilang ada total delapan kebijakan yang disiapkan sebagai langkah antisipasi sekaligus dorongan transformasi.

“Ini bagian dari langkah mitigasi sekaligus momentum perubahan,” jelas Airlangga dalam konferensi pers.

Program ini mulai berlaku 1 April 2026, dan bakal dievaluasi setelah dua bulan berjalan.

Selain itu, ada juga berbagai langkah efisiensi lain, seperti pembatasan kendaraan dinas, pengurangan perjalanan dinas, sampai dorongan hemat energi. Bahkan, kebijakan ini diperkirakan bisa menghemat puluhan hingga ratusan triliun rupiah dari sisi APBN dan konsumsi energi masyarakat.

Dari sisi pasar, saham-saham bank jadi motor utama kenaikan IHSG. Emiten besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI kompak menguat dan ngedorong indeks ke zona hijau.

Sentimen positif juga datang dari global. Bursa Asia-Pasifik ikut rebound setelah sebelumnya sempat melemah. Hal ini dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memberi sinyal kemungkinan penarikan pasukan dalam waktu dekat.

Di Korea Selatan, indeks Kospi bahkan melonjak hampir 5%, sementara Kosdaq naik lebih dari 4%. Jepang juga ikut menguat, dengan Nikkei 225 dan Topix sama-sama naik lebih dari 3%.

Meski begitu, pasar masih tetap waspada, terutama soal harga energi global yang masih bergejolak akibat konflik.

Di dalam negeri, pemerintah memastikan harga BBM non-subsidi belum naik per 1 April 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan belum ada penyesuaian harga untuk saat ini.

Selain itu, dia juga memastikan pasokan energi dalam negeri masih aman, dengan cadangan BBM—mulai dari solar, bensin, avtur, hingga LPG—berada di atas batas minimum nasional.

Bahlil juga bilang pemerintah sudah mengamankan sumber alternatif impor minyak dan LPG, jadi ketegangan di Timur Tengah nggak langsung mengganggu kebutuhan energi di Indonesia.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.