Jakarta – Harga emas dunia sempat naik pada Selasa (31/3/2026), tapi tetap aja mencatat kinerja bulanan terburuk sejak Oktober 2008.
Kondisi ini dipengaruhi kekhawatiran inflasi yang masih tinggi, ditambah ekspektasi suku bunga bakal naik gara-gara dampak konflik Iran. Alhasil, emas yang notabene nggak kasih imbal hasil jadi kurang menarik.
Harga emas spot naik 3,46% ke USD4.667,07 per troy ons—level tertinggi sejak 20 Maret. Tapi kalau dilihat sepanjang bulan, emas justru turun sekitar 12%.
Analis Commerzbank, Carsten Fritsch, bilang kalau ini jadi penurunan bulanan terdalam sejak Oktober 2008.
Di sisi lain, dolar AS memang melemah, tapi masih dalam tren naik secara bulanan. Dolar yang kuat bikin emas jadi lebih mahal buat investor yang pakai mata uang lain.
Menurut Peter Grant dari Zaner Metals, kenaikan harga emas belakangan ini cukup positif karena ada harapan konflik di Timur Tengah mereda. Tapi, dia masih nunggu apakah tren naik ini bisa berlanjut.
“Secara jangka panjang, tren emas masih bullish, apalagi didukung faktor seperti dedolarisasi dan pembelian oleh bank sentral,” jelasnya.
Sementara itu, laporan The Wall Street Journal menyebut Donald Trump disebut terbuka untuk menghentikan kampanye militer terhadap Iran, meski Selat Hormuz masih belum sepenuhnya normal.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bilang beberapa hari ke depan bakal jadi momen krusial dalam konflik tersebut, dan memperingatkan situasi bisa makin panas kalau nggak ada kesepakatan.
Sepanjang Maret, harga emas turun sekitar 11,8%. Salah satu penyebabnya adalah lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah, yang ikut mendorong kekhawatiran inflasi.
Padahal, emas biasanya jadi aset aman saat kondisi nggak pasti. Tapi kalau suku bunga tinggi, biaya “nahan” emas jadi lebih mahal, sehingga minat investor bisa turun.
Untuk proyeksi ke depan, BMI memperkirakan harga emas rata-rata di 2026 ada di USD4.600. Sementara Goldman Sachs masih optimistis emas bisa tembus USD5.400 di akhir 2026.
Nggak cuma emas, logam lain juga ikut bergerak. Perak naik 6,7% ke USD74,64, tapi masih turun 20,4% sepanjang bulan. Analis BNP Paribas memperkirakan harga perak bakal ada di kisaran USD65–75 per ounce sepanjang 2026.
Sementara itu, platinum naik 3,1% ke USD1.958,05 dan palladium menguat 5,2% ke USD1.479,25. Meski begitu, keduanya tetap mencatat penurunan secara bulanan.
