BFDCnews.com – Pemerintah lagi siap-siap merombak besar sistem Online Single Submission (OSS) biar makin canggih dan nggak ribet.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, bilang nantinya OSS bakal dipasangi teknologi kekinian seperti AI dan blockchain. Tujuannya jelas: bikin proses perizinan jadi lebih transparan, cepat, dan minim hambatan.
“Sistem baru ini akan pakai AI, blockchain, dan teknologi lainnya. Tahun ini sudah mulai jalan,” kata Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI.
Menurut dia, langkah ini diharapkan bisa kasih kepastian lebih ke investor, sekaligus memangkas birokrasi yang selama ini sering jadi kendala.
Rosan juga mengakui kalau dalam beberapa bulan terakhir, sistem OSS sempat mengalami gangguan. Salah satu penyebabnya karena adanya integrasi besar-besaran dengan 18 kementerian, sebagai bagian dari penerapan aturan baru (PP No. 28 Tahun 2025).
Akibat integrasi ini, sistem jadi jauh lebih kompleks karena harus menghubungkan banyak database dari berbagai kementerian secara real-time.
Untuk mengatasi hal itu, Kementerian Keuangan sudah menyetujui tambahan anggaran buat memperkuat infrastruktur teknologi OSS.
Nggak cuma soal kecepatan, penggunaan AI dan blockchain ini juga ditujukan buat menutup celah praktik negatif yang biasanya muncul di proses manual.
Dengan sistem yang lebih modern dan terdesentralisasi, setiap proses perizinan diharapkan jadi lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.
Rosan menambahkan, pengembangan sistem ini sudah resmi dimulai dan ditargetkan bisa beroperasi penuh sebelum akhir tahun.
