BFDCnews.com, Jakarta — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu (15/4/2026), dibuka menguat tipis ke level Rp17.126.
Berdasarkan data dari analis Doo Financial Futures per pukul 09.10 WIB, rupiah naik sekitar 0,01%. Penguatan ini terjadi di tengah tekanan terhadap dolar AS dari berbagai sentimen global.
Nggak cuma rupiah, beberapa mata uang Asia lain juga ikut menguat. Baht Thailand naik 0,37%, ringgit Malaysia menguat 0,18%, lalu peso Filipina, won Korea, dolar Taiwan, dan dolar Singapura juga ikut naik meski tipis.
Tapi, nggak semua mata uang Asia kompak menguat. Rupee India justru turun cukup dalam, sekitar 0,79%. Sementara itu, yen Jepang, yuan China, dan dolar Hong Kong juga terpantau melemah tipis terhadap dolar AS.
Menurut analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, rupiah hari ini memang punya peluang untuk lanjut menguat. Salah satu penyebabnya adalah tekanan yang masih dialami dolar AS di pasar global.
Ada beberapa faktor yang bikin dolar AS melemah, mulai dari turunnya harga minyak dunia sampai meningkatnya optimisme pasar soal meredanya ketegangan geopolitik. Harapan bahwa AS dan Iran bakal lanjut negosiasi damai juga bikin investor lebih berani masuk ke aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Selain itu, data inflasi produsen (PPI) AS yang lebih rendah dari perkiraan juga ikut menekan dolar AS. Ini memberi sinyal kalau tekanan inflasi di AS mulai mereda, yang bisa berdampak ke arah kebijakan moneter ke depan.
Meski begitu, penguatan rupiah diperkirakan nggak akan terlalu besar. Soalnya, sentimen dari dalam negeri masih cenderung lemah dan bisa menahan laju kenaikan.
Pelaku pasar juga masih wait and see sambil menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan diumumkan nanti sore.
Untuk hari ini, rupiah diperkirakan bakal bergerak di kisaran Rp17.050 sampai Rp17.200 per dolar AS.
