IHSG Masih di Zona Merah, Sentimen Positif Minim

Jakarta, BFDCnews.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini masih belum menunjukkan tanda-tanda bangkit. Dibuka stagnan di awal perdagangan Jumat (24/4/2026), IHSG langsung turun tipis 0,01% ke level 7.378.

Nggak lama setelah pasar buka, tekanan makin terasa. IHSG sempat terkoreksi lebih dalam sekitar 0,22% ke level 7.357. Ini jadi hari kelima berturut-turut indeks bertahan di zona merah.

Dari pergerakan saham, tercatat 210 saham naik, 119 turun, dan 312 lainnya stagnan. Nilai transaksi pagi ini juga sudah lumayan, tembus Rp268,75 miliar dari lebih dari 375 juta saham yang diperdagangkan. Sementara itu, kapitalisasi pasar ada di sekitar Rp13.216 triliun.

Tekanan Masih Datang dari Global

Sepertinya tekanan ke pasar masih akan berlanjut sampai akhir pekan. Salah satu penyebabnya adalah kondisi geopolitik di Timur Tengah yang makin memanas.

Harga minyak dunia ikut melonjak—minyak brent naik lebih dari 3% ke US$105,07 per barel, level tertinggi sejak awal April. Di saat yang sama, indeks dolar AS juga menguat ke 98,77, yang ikut membebani pergerakan IHSG dan rupiah.

Pasar Asia Masih Campur Aduk

Di kawasan Asia-Pasifik, pergerakan pasar juga cenderung beragam. Investor masih cenderung hati-hati meskipun ada kabar gencatan senjata antara Israel dan Lebanon diperpanjang selama tiga minggu.

Kesepakatan ini diumumkan setelah pertemuan dengan pejabat tinggi AS. Presiden Donald Trump bahkan menyebut pertemuan tersebut berjalan sangat baik.

Meski begitu, ketidakpastian masih terasa, jadi pasar belum sepenuhnya tenang.

Beberapa indeks Asia bergerak berbeda arah:

  • Jepang naik tipis (Nikkei +0,71%)
  • Korea Selatan turun (Kospi -0,23%)
  • Australia juga melemah (-0,29%)
  • Hong Kong cenderung turun di perdagangan futures

Wall Street Ikut Melemah

Semalam di AS, bursa saham juga ditutup melemah. Tekanan datang dari kenaikan harga minyak dan kekhawatiran soal konflik Iran.

  • S&P 500 turun 0,41%
  • Nasdaq turun 0,89%
  • Dow Jones melemah 0,36%

Menariknya, meskipun turun, beberapa indeks sempat mencetak rekor tertinggi baru sebelum akhirnya terkoreksi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.