Dolar AS Mulai Turun, Sekarang di Rp17.260

Jakarta, BFDCnews.com – Rupiah akhirnya sedikit menguat di pembukaan perdagangan Jumat (24/4/2026). Mata uang Garuda dibuka di level Rp17.260 per dolar AS, naik tipis sekitar 0,12%.

Penguatan ini jadi angin segar setelah sehari sebelumnya rupiah sempat ditutup di posisi terlemahnya sepanjang masa, yaitu Rp17.280 per dolar AS.

Di sisi lain, dolar AS sendiri masih cukup kuat di pasar global. Indeks dolar (DXY) pagi ini masih berada di zona hijau dengan kenaikan tipis, melanjutkan tren penguatan sebelumnya.

Rupiah Masih “Lawan Arus”

Meski hari ini menguat, pergerakan rupiah ke depan masih bakal dipengaruhi kondisi global, terutama soal ketegangan antara AS dan Iran yang belum juga reda.

Karena situasi ini masih penuh ketidakpastian, banyak investor memilih pegang dolar AS sebagai aset aman (safe haven). Akibatnya, ruang buat rupiah dan mata uang lain untuk menguat jadi terbatas.

BI Siap Jaga Stabilitas

Dari dalam negeri, Bank Indonesia juga terus siaga. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, bilang tekanan ke rupiah ini bukan cuma terjadi di Indonesia, tapi juga dialami negara lain di kawasan.

Artinya, ini memang efek dari kondisi global yang lagi nggak stabil.

BI pun bakal terus melakukan intervensi untuk menjaga rupiah tetap stabil. Caranya lewat berbagai instrumen, mulai dari transaksi NDF di pasar offshore, transaksi spot, DNDF di dalam negeri, sampai pembelian SBN di pasar sekunder.

Kondisi Rupiah Saat Ini

Kalau dilihat secara keseluruhan:

  • Rupiah masih melemah sekitar 3,54% sejak awal tahun
  • Cadangan devisa Indonesia masih cukup kuat di US$148,2 miliar (per akhir Maret 2026)
No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.