Harga Minyak Lagi Turun, Tapi Isu Timur Tengah Masih Bikin Deg-degan

Harga Minyak Melonjak ke US$101 Gara-Gara AS dan Iran

BFDCnews.com – Harga minyak dunia mulai turun di awal perdagangan Asia, Senin (4/5/2026). Meski pasar lagi cenderung berani ambil risiko (risk-on), bayang-bayang konflik di Timur Tengah masih bikin was-was.

Minyak WTI turun sekitar 0,5% ke level US$101,45 per barel. Sementara Brent juga ikut melemah 0,2% ke sekitar US$107,93 per barel.

Penurunan ini muncul setelah Iran ngajukan proposal baru ke Amerika Serikat buat mengakhiri konflik. Sempat bikin pasar agak optimistis, tapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang belum puas dengan proposal itu bikin sentimen balik agak tertahan.

Di sisi lain, pasar juga lagi merhatiin rencana AS buat ngawal kapal-kapal komersial keluar dari Selat Hormuz—jalur penting yang dilewati sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Dari sisi suplai, kelompok OPEC+ juga ngumumin bakal nambah produksi sekitar 188 ribu barel per hari mulai Juni. Tapi, langkah ini dinilai belum terlalu ngaruh karena gangguan pasokan akibat konflik masih belum selesai.

Apalagi, Selat Hormuz yang jadi jalur vital distribusi minyak masih belum sepenuhnya normal sejak konflik memanas akhir Februari lalu.

Bahkan kalau situasi mulai mereda, pemulihan infrastruktur energi di kawasan itu diperkirakan butuh waktu. Artinya, risiko gangguan pasokan minyak global masih bakal terus ada, setidaknya dalam waktu dekat.

Intinya, harga minyak memang lagi turun tipis, tapi ketidakpastian global—terutama dari Timur Tengah—masih jadi faktor utama yang bikin pasar belum bisa benar-benar tenang.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.