Prabowo Janji Kredit Rakyat 5%, Tapi Ada Risiko Macet & Laba Bank Bisa Kepotong

BFDCnews.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto punya rencana kasih kredit ke rakyat dengan bunga maksimal cuma 5% per tahun. Kedengarannya menarik, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang lagi berat.

Rencana ini disampaikan langsung saat perayaan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional. Menurut Prabowo, kebijakan ini dibuat buat bantu masyarakat, termasuk driver ojol yang selama ini masih kena potongan aplikasi cukup besar.

Dia bahkan secara tegas bilang nggak setuju kalau potongan ojol sampai 20%, dan minta supaya angkanya bisa ditekan di bawah 10%.

Nah, kredit bunga 5% ini nantinya bakal disalurkan lewat bank-bank BUMN. Tapi di balik niat baik ini, analis mulai ngingetin ada beberapa risiko yang perlu diperhatiin.

Menurut analis dari Samuel Sekuritas, kebijakan ini bisa bikin margin keuntungan bank jadi tertekan. Artinya, selisih antara pendapatan dan biaya bisa makin tipis, yang ujungnya bikin profit bank turun.

Selain itu, ada juga kekhawatiran soal kredit macet. Kalau penyaluran kredit jadi lebih longgar, risiko nasabah gagal bayar (NPL) bisa ikut naik.

Belum lagi kemungkinan bank harus nyiapin cadangan dana lebih besar buat nutup risiko tersebut, yang otomatis bakal ngurangin pendapatan.

Dari sisi efisiensi, pengembalian modal (ROE) juga berpotensi turun. Bahkan, valuasi saham bank bisa ikut tertekan karena prospek keuntungannya dianggap menurun.

Intinya, meski program ini punya tujuan baik buat bantu masyarakat, tetap ada “PR besar” yang harus dijaga supaya nggak malah bikin sektor perbankan jadi terbebani.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.