IHSG Naik Tipis, Tapi Masih Belum Balik ke 7.000

BFDCnews.com, JAKARTA — IHSG ditutup menguat tipis pada perdagangan Senin (4/5/2026), meski belum berhasil kembali menembus level psikologis 7.000.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,22% atau 15,14 poin ke posisi 6.971,95. Indeks sempat dibuka di 6.988,91 dan bahkan menyentuh level tertinggi intraday di 7.069,69 sebelum akhirnya terkoreksi menjelang penutupan.

Sepanjang perdagangan, sebanyak 327 saham menguat, 357 saham melemah, dan 134 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.438 triliun.

Saham Big Caps Jadi Penopang

Penguatan IHSG hari ini banyak ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar.
Saham BBNI naik 3,23% ke Rp3.840, BREN menguat 3,14% ke Rp4.600, dan TLKM naik 2,85% ke Rp2.890. PANI juga ikut menguat 1,78% ke Rp8.600.

Saham Paling Naik dan Paling Turun

Di jajaran top gainers, BCIP melonjak 34,85% ke Rp89, disusul FWCT yang naik 34,83% ke Rp120.

Sementara itu, tekanan terbesar datang dari SDMU yang turun 14,29% ke Rp108 dan TOOL yang melemah 14% ke Rp86.

IHSG Masih Berpotensi Konsolidasi

Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyebut IHSG sempat menguat di sesi pertama sebelum akhirnya bergerak terbatas.

Secara teknikal, indikator MACD mulai menunjukkan pelemahan tekanan turun, sementara stochastic RSI sudah masuk area jenuh jual (oversold).

“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi konsolidasi dalam rentang 6.950 hingga 7.050 pada perdagangan sesi dua hari ini,” kata Valdy.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.