Jakarta, BFDCnews.com – Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menegaskan kalau pihaknya menolak rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kampus. Menurutnya, kebijakan ini kurang tepat sasaran untuk lingkungan perguruan tinggi.
Athof—sapaan akrabnya—menjelaskan, penolakan ini bukan berarti mereka menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara keseluruhan. Ia justru mengakui program itu punya dasar akademik yang kuat dan bisa bermanfaat kalau dijalankan dengan tepat.
Masalahnya, kata dia, kalau tidak tepat sasaran, yang dikorbankan justru hal-hal penting di kampus. Mulai dari fasilitas yang belum dibenahi, biaya kuliah yang makin mahal, sampai kesejahteraan dosen yang masih kurang diperhatikan.
Ia juga merasa rencana pembangunan SPPG di kampus menunjukkan adanya salah prioritas dalam kebijakan pendidikan tinggi.
“Kalau fokusnya tepat, seharusnya yang didorong itu dana riset dan kesejahteraan dosen, supaya bisa menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas,” jelasnya.
Menurut Athof, kebijakan ini cenderung berorientasi jangka pendek. Kebutuhan dasar memang terpenuhi, tapi kualitas pendidikan ke depan bisa terabaikan, yang akhirnya bikin lulusan sulit bersaing di dunia kerja.
Ia juga mengkritik pemerintah yang dinilai belum fokus ke akar masalah. Bahkan, menurutnya, negara belum maksimal dalam menciptakan lapangan kerja, tapi justru kampus dan mahasiswa yang sering disalahkan.
Athof mengibaratkan kondisi ini seperti kapal yang salah arah—kebijakannya keliru, tapi dampaknya malah dibebankan ke kampus.
Sementara itu, Ketua BEM FISIP UI, Raffael Harefa, juga menyoroti hal serupa. Menurutnya, kebutuhan utama civitas akademika saat ini adalah peningkatan kesejahteraan, termasuk gaji dosen dan biaya kuliah yang makin tinggi.
“Kalau tiba-tiba kampus dikasih fasilitas dapur, ini malah kelihatan prioritasnya kurang tepat,” ujarnya.
Ia juga menilai program MBG masih perlu banyak evaluasi dan terkesan dijalankan terburu-buru. Harusnya, kata dia, kesejahteraan di lingkungan kampus lebih dulu diperhatikan.
Sebagai informasi, Universitas Hasanuddin jadi kampus pertama yang membangun fasilitas SPPG. Peresmiannya dilakukan oleh Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto.
Sebelumnya, Brian juga sempat mendorong kampus-kampus untuk lebih aktif terlibat dalam program pemerintah, termasuk pembangunan SPPG, dan nggak cuma jadi penonton.
