Rupiah Tembus Rp17.400, BI Akhirnya Buka Suara

Rupiah Tembus Rp17.400, BI Akhirnya Buka Suara

Jakarta, BFDCnews.com – Bank Indonesia (BI) akhirnya angkat bicara setelah rupiah sempat menyentuh level Rp17.400 per dolar AS, salah satu posisi terlemah di tengah tekanan global.

BI menegaskan bakal terus “turun tangan” di pasar untuk menjaga pergerakan rupiah tetap stabil dan sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G Hutapea, menjelaskan pelemahan rupiah ini bukan kejadian sendiri. Banyak mata uang negara berkembang lain juga ikut melemah sejak konflik di Timur Tengah memanas.

“BI akan terus hadir di pasar supaya mekanisme tetap berjalan baik dan nilai tukar tetap stabil,” ujarnya.

Kalau dibandingkan, pelemahan rupiah sebenarnya masih sejalan dengan negara lain. Misalnya, peso Filipina turun 6,58%, baht Thailand 5,04%, rupee India 4,32%, sementara rupiah sekitar 3,65%.

Pada perdagangan Selasa pagi, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.410 per dolar AS, melemah tipis dibanding sebelumnya.

Menurut BI, tekanan ini masih banyak dipengaruhi faktor global, terutama ketidakpastian akibat konflik geopolitik. Karena itu, BI terus melakukan berbagai langkah stabilisasi.

Caranya? Mulai dari intervensi di pasar valas lewat transaksi NDF di offshore, transaksi spot dan DNDF di dalam negeri, sampai membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Langkah-langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasar dan menahan gejolak rupiah supaya nggak makin dalam.

“Komitmen BI jelas, akan terus hadir dan ambil langkah yang diperlukan secara konsisten,” tambah Erwin.

Sementara itu, para analis melihat tekanan ke rupiah masih dipicu kuatnya dolar AS, yang lagi diuntungkan dari kondisi global yang nggak pasti.

Meski begitu, pelemahan rupiah diperkirakan masih terbatas karena pasar juga lagi menunggu rilis data ekonomi Indonesia, termasuk pertumbuhan PDB kuartal I.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.