IHSG Anjlok 19% di April, OJK Kasih Catatan Ini

Jakarta, BFDCnews.com — Pasar saham Indonesia sepanjang April 2026 masih kepepet nih. IHSG tercatat turun cukup dalam, seiring kondisi global yang lagi nggak pasti.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, bilang pergerakan pasar memang lagi naik-turun (volatile) karena pengaruh global. Meski begitu, ia menilai kondisi pasar masih cukup tahan banting dan likuiditas tetap terjaga.

“IHSG memang bergerak dinamis, tapi secara umum masih cukup resilien,” ujarnya.

Data OJK menunjukkan, IHSG ditutup di level 6.956,80 per 30 April 2026, atau turun sekitar 19,55% sejak awal tahun (year-to-date). Kalau dibandingkan bulan sebelumnya, juga masih lanjut melemah dari posisi akhir Maret di 7.048,22.

Nggak cuma IHSG, indeks lain juga ikut terkoreksi cukup dalam. LQ45 dan IDX80 sama-sama turun sekitar 20% lebih, sementara indeks saham syariah (ICBI) juga ikut melemah meski tipis.

Salah satu penyebab utama tekanan ini adalah dana asing yang terus keluar dari pasar (outflow). Sepanjang April 2026, net sell asing sudah mencapai Rp49,87 triliun—lebih besar dibanding Maret yang sekitar Rp32,85 triliun.

Aksi jual ini juga berpengaruh ke kondisi pasar. Kapitalisasi pasar turun ke Rp12.382 triliun, dan nilai transaksi harian sedikit melemah ke Rp24,99 triliun.

Tapi, ada juga kabar positif. Jumlah investor pasar modal justru terus naik, dari 24,74 juta di Maret jadi 26,49 juta di April 2026. Artinya, minat investor lokal masih tumbuh meski pasar lagi tertekan.

Selain itu, spread bid-ask yang masih terjaga juga menunjukkan likuiditas pasar tetap cukup baik.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.